31/05/2026
Bab 26: Dunia Berlutut di Hadapan "Hantu" Nusantara
Sujiwo berdiri di depan pusaran Celah Hitam yang kini mulai meredup dan mengecil karena seluruh monster di dalamnya telah habis dibantai. Dia berbalik, menatap kapal-kapal perang aliansi manusia dan Guild besar Indonesia yang tersisa.
Semua orang di atas kapal—mulai dari Gatot, para prajurit, hingga para komandan militer asing dari negara adidaya—jatuh berlutut di atas dek. Bukan karena sihir paksaan, melainkan karena rasa hormat, takjub, dan ketakutan yang teramat dalam terhadap sosok di depan mereka.
Mereka menyadari satu hal: Indonesia tidak lagi membutuhkan APN yang korup, tidak lagi membutuhkan bantuan militer asing, dan tidak lagi bisa ditindas oleh korporat mana pun. Karena tanah ini sekarang dijaga oleh satu orang yang berdiri di atas puncak tatanan dunia.
Sujiwo menarik kembali seluruh pasukannya ke dalam bayangan kakinya. Dia menatap Gatot dari kejauhan, lalu memberikan satu pesan terakhir sebelum menghilang.
"APN sudah runtuh. Bangun kembali organisasi yang bersih dari tikus. Kalau gue melihat ada yang korupsi lagi..." Sujiwo melirik dengan mata hijaunya yang tajam. "...pasukan gue yang bakal datang ke rumah kalian."
Wusss.
Sujiwo tenggelam ke dalam bayangan air laut, menghilang tanpa jejak bersama Sang Ratu, kembali ke rumah kayunya yang tenang di kaki Merapi untuk menjaga ibunya.
Di ruang kendali satelit internasional di Washington, Tokyo, dan London, para petinggi dunia hanya bisa menatap layar kosong yang merekam kejadian tersebut dengan tubuh gemetar. Di dokumen rahasia global mereka, nama SUJIWO kini diberi label merah dengan status baru: THE GHOST MONARCH OF NUSANTARA (ANCOMAN LEVEL DEWA - JANGAN DIGANGGU).
TAMAT