EAService

EAService EAService adalah perusahan kecil yang belum legal dan masih berkembang, sementara EAService melayani jasa maintenance, repair hardware dan software. Saya dan M.

Awal berdirinya EAService
Ketika masih di malang ditahun 2012 an saya masih bekerja outsource pada beberapa perusahaan yang memegang software, hardware dan networking. Nuril merencanakan membuat bendera sendiri untuk handel service diarea malang terutama kampus universitas kanjuruhan. lama memkirkan nama dan aku sampaikan ke Nuril dia hanya bilang Ia dan iya saja, dan gak berfikir p

anjang akhirnya saya pakai nama EAService. Sampai saat ini M. Nuril masih menekuni dibidang networking dan saya cenderung ke hardware.

09/01/2024

Service mode samsung smart TV, press info, menu, mute and power wait a minute.
You can change mode flip or visa or jeda in this menu.

07/01/2024

Apakah ada yang tertarik dengan hal seperti di video ini?




?


TV led samsung UA32N4300AK no sound, Change this IC done.
06/01/2024

TV led samsung UA32N4300AK no sound, Change this IC done.

Dell latitude E7440 ci7 no switch on. Done. User Demak Kota
11/06/2022

Dell latitude E7440 ci7 no switch on. Done.

User Demak Kota

23/02/2022

Maaf untuk sementara easervice demak tutup, owner masih mengerjakan pekerjaan diluar kota.

Terimakasih

15/02/2022

Mohon maaf, untuk sementara ini kami lagi mengerjakan project diluar kota.
Mohon dimengerti.

Dalam 1 bulan lebih dikit kami rehat di repair laptop and tv LED, kami tetap berkarya di dunia networking. .
15/10/2020

Dalam 1 bulan lebih dikit kami rehat di repair laptop and tv LED, kami tetap berkarya di dunia networking.

.

28/01/2020

Pupuk organik
Cara Membuat Pupuk Organic Cair (POC)

1. Pupuk Buah
Bahan:
Kuning telur ayam kampung 3 butir
Gula jawa ¼ kg
Susu murni segar ½ gelas
Cara Pembuatan:
Semua bahan dicampur dan diaduk secara merata kemudian ditambahkan 30 liter air.

Kegunaan:
Hasil dari komposisi disemprotkan pada tanaman hingga merata.

2. Pupuk KCL Cair
Bahan:
Air
Sabut kelapa secukupnya
Drum (diperlukan untuk merendam bahan)

Cara pembuatan:
Masukkan sabut kelapa ke dalam drum sampai setengahnya. Setelah drum diisi sabut kelapa berilah air sampai penuh. Tutuplah rapat-rapat dengan plastik. Biarkan drum tertutup selama 2 minggu. Setelah air berubah menjadi berwarna hitam pertanda air sudah melarutkan kandungan KCL pada sabut kelapa. Air tersebut sudah siap digunakan, jika airnya sudah habis dapat ditambah air sehingga air berwarna jernih.

Cara penggunaan:
Disemprotkan atau disiramkan pada tanaman.

Fungsi:
Batang dan akar tanaman akan menjadi kuat, biji akan lebih berisi dan berwarna cerah. Untuk buah akan berwarna harum dan rasanya manis.

_Pupuk Tunggal Organic_

1.Nitrogen

Sumber:

Azzola (salah satu tanaman yang mengambang di atas air)

Tumbuhan kacang-kacangan
Jerami (daun hijau)
Kotoran hewan / manusia

Fungsi:
Menghijaukan daun
Membuat bentuk akar, daun dan batang menjadi muda

2. Phospat

Sumber:

Ampas tebu
Kotoran hewan / manusia
Sampah organik
Kompos
Azzola
Abu dapur

Fungsi:
Memperkuat akar dan batang
Memacu bunga agar cepat berbuah
Menjadikan rasa buah lebih manis

3. Kalium
Sumber:

Pelepah / batang pisang
Kotoran ayam
Urine kambing, kelinci, dan manusia
Abu kayu
Sampah organik, misalnya kulit pisang, umbi-umbian, dan lain-lain
Fungsi:

Memperkuat akar dan batang
Memacu bunga agar cepat berbuah atau mengeluarkan biji
Membuat biji / bulir menjadi bernas
Menjadikan rasa buah atau umbi lebih manis

4. NPK Organik + Pestisida

Bahan:

100 liter urine
300 cc tetes tebu / air gula jawa / air gula pasir
0, 5 kg temu ireng dalam bentuk serbuk / ekstrak
0, 5 kg lawak dalam bentuk serbuk / ekstrak
0, 5 kg laos dalam bentuk serbuk / ekstrak
0, 5 kg kunyit dalam bentuk serbuk / ekstrak
Cara pembuatan:

Semua bahan dicampur dan difermentasi selama 21 hari

Kegunaan:

5-10 cc / 2 sendok makan + 15 liter air, pada daun dengan cara disemprotkan, pada akar dengan cara disiramkan / dikocor.

Urine Kelinci:

Perbandingannya 1 : 13 liter air, kemudian disiramkan / dikocor pada tanaman.

5. Pupuk Daun
Bahan:

Urine kelinci 5 liter
Terasi 10 gram
Jahe 1 ons
Kunyit 1 kg
Susu 1 liter
Gula jawa 1 kg
Cara pembuatan:

Semua bahan dicampur dan disaring, kemudian difermentasikan selama 10 hari. Setelah itu selama 2 hari berikutnya tiap 2 jam dibuka. 2 hari berikunya tiap 2 jam dibuka. 3 hari berikutnya 2 jam dibuka.

6. Pupuk Bunga
Bahan:

Nanas 2 buah
Gula jawa 1 kg
Air 5 liter
Cara pembuatan:

Semua bahan dimasak dengan suhu api sedang, kemudian didiamkan hingga dingin. Lalu masukkan ke dalam jerigen dan difermentasikan.

Bokashi

Bahan:

Kotoran ayam / sapi / kambing 500 kg
Sekam padi / gergajian kayu 500 kg
Bekatul 20 kg
Abu dapur / abu sekam padi 30 kg
Gula pasir 15 ons
EM4 / mikroorganisme nabati secukupnya
Air secukupnya
Cara pembuatan:

Semua bahan dicampur jadi satu dan diaduk supaya merata sambil dibasahi dengan air yang dicampur gula pasir dengan mikroorganisme nabati, sehingga bahan menjadi lembab. Tutup dengan plastik / tenda agar bokashi mengalami fermentasi. Proses fermentasi sangat membutuhkan air, udara, dan panas. Proses fermentasi ini normal terjadi dalam jangka waktu selama 14-21 hari dengan suhu 40-50°C (dijaga kestabilannya). Bila melebihi dari 50°C tenda dibuka dan bahan diaduk-aduk hingga panas stabil lalu ditutup kembali. Lebih baik setiap 5 jam bahan dibuka untuk mengetahui suhunya. Bila kurang panas, atau kurang dari 40°C disemprot dengan air yang dicampur gula dan mikroorganisme nabati. Begitu seterusnya sehingga bahan bokashi tidak berbau kotoran dan kalau dipegang sudah tidak panas lagi, artinya bahan ini sudah dapat digunakan.

Cara penggunaan:
Untuk tanaman padi, palawija, sayuran dan tanaman hias sebagai pupuk dengan dosis 1-1, 5 ton / Ha. Andaikan tanahnya terlalu liat dapat ditingkatkan menjadi 2 ton / Ha.

Membuat Pupuk Organik Cair Dan Bokasi

Kalau kita main ke kios-kios pertanian pasti kita akan banyak menemukan pupuk organik cair yang dijual. Padahal dengan sangat mudah kita bisa membuat pupuk organik cair tersebut, sehingga kita tidak usah membeli dengan harga yang cukup mahal.Mau tahu caranya?

Alat Dan Bahan:

1. Drum/ jerigen
2. Cair: Urine/ limbah cucian ikan/ cucian daging dll
3. Padat: Kotoran sapi, kambing, unggas
4. Hijauan: Tanaman Legume (gliricide, lamtoro, rumput wedusan dll) dan tanaman pakis-pakisan.
5. Tetes tebu/ gula pasir/ gula jawa
6. Buah-buahan busuk: pepaya, nangka, pisang, semangka dll
7. Bacteri pengurai: EM4, M bio, simba dll
8. Abu: Abu dapur, abu sekam dan abu daun bambu

Cara Pembuatanya:

> Siapkan drum/ jerigen bersihkan jika kotor.
> Masukkan semua bahan, komposisi bahan sebaiknya cair 70 % dan padat 30 %.
> Aduk-aduk lalu tutup rapat (karena proses ini menggunakan bacteri anaerob)
> Tiap 3 hari sekali harus dibuka dan di aduk-aduk
> Setelah 1 bulan pupuk organik cair siap digunakan (tanda-tanda jadi yaitu bau tidak menyengat dan > warna cairan dan bahan hitam kecoklatan)

Cara Pengunaanya:

Saring larutan menggunakan kain lalu semprotkan ketanaman dengan konsentrasi 1 gelas 200ml/ tangki semprot.
Ampasnya bisa dikeringkan dan gunakan sebagai pupuk organik padat.

Bokashi

A. Bokashi Jerami :

Bahan :

1. Jerami 200 kg termasuk berbagai jenis rumput / pupuk hijau dipotong-potong sepanjang 5 s/d 10 cm

2. Dedak 10 kg

3. Sekam 200 kg.

4. Gula pasir 10 sendok makan

5. EM4 200 ml (20 sendok makan) : Berlaku untuk berbagai macam bahan organik, biasanya untuk membuat 1 ton bokashi

6. Air secukupnya.

Cara Pembuatan :

1. Larutkan EM 4 dan gula ke dalam air

2. Jerami, sekam dan dedak dicampur secara merata

3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas adonan akan terurai.

4. Adonan digundukan di atsi tempat yang kering dengan ketinggian adonan antara 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.

5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

6. Setelah 4 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.

B. Bokashi Pupuk Kandang

Bahan:

1. Pupuk kandang

2. Dedak 10 kg

3. Sekam 200 kg

4. Gula (10 sendok makan)

5. EM4 200 ml (20 sendok makan)

6. air secukupnya

Larutkan EM4 dan gula ke dalam air

Cara Pembuatan :

1. Sekam dan dedak

2. Pupuk kandang, sekam dan dedak dicampur secara merata.

3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan doikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas, maka adonan akan merekah.

4. Adonan digundukkan di atas tempat yang kering dengan ketinggian tumpukan 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.

5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

6. Setelah 4 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.

C. Bokashi Pupuk Kandang – Arang

Bahan :

1. Pupuk kandang 200 kg

2. Dedak 10 kg

3. Arang Sekam / arang serbuk gergaji 100 kg

4. Gula 10 sendok makan

5. EM4 200 ml (20 sendok makan)

6. Air secukupnya.

Cara Pembuatan :

1. Larutkan EM4 dan gula ke dalam air

2. Pupuk kandang, dedak, arang sekam arang serbuk gergaji dicampur secara merata.

3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan doikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas, maka adonan akan merekah.

4. Adonan digundukkan di atas tempat yang kering dengan ketinggian tumpukan 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.

5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

6. Setelah 4 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.

D. Bokashi Expres 24 jam

Bahan :

1. Jerami kering / daun-daun kering / sekam / serbuk gergaji atau bahan apa saja yang bisa difermentasi sebanyak ± 200 kg.

2. Bokashi yang sudah jadi 20 kg

3. Dedak 20 kg

4. Gula pasir 5 sendok makan

5. EM4 200 ml (20 sendok makan)

6. Air secukupnya

Cara Pembuatan :

1. Larutkan EM4 dan gula ke dalam air

2. Jerami kering (atau bahan-bahan apa saja yang bisa difermentasikan) dicampur dengan Bokashi yang sudah jadi dan dedak secara merata.

3. Siramkan larutan EM4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Bila adonan doikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan dan bila kepalan dilepas, maka adonan akan merekah.

4. Adonan digundukkan di atas tempat yang kering dengan ketinggian tumpukan 15 s/d 20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3 s/d 4 hari.

5. Pertahankan suhu gundukan adonan 40 s/d 50 ºC. Jika suhu lebih dari 50ºC, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik kemudian ditutup lagi dengan karung goni. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam.

6. Setelah 24 jsm, Bokashi Expres telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk orgaik.

Selamat mencoba, salam kenal ijo royo royo....
Smoga bermanfa'at

Address

Ds. Ngelokulon 17 RT. 06/RW. 02
Mijen
58593

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when EAService posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to EAService:

Share