13/02/2017
Pelatih Persiba Balikpapan, Timo S. Scheunemann
mengakui kekalahan 1-3 dari PERSIB merupakan kekalahan
yang menyakitkan. Sebab timnya unggul lebih dahulu tapi
harus kalah karena sepakbola rock and roll ala PERSIB.
"Kekalahan yang berat dan menyakitkan. Pemain sudah
maksimal tapi tidak bisa bertahan selama 90 menit. Gaya
permainan kaya rock and roll, lari tanpa henti. Karena kita
tahu pemain PERSIB semuanya berkualitas," terang Timo
usai pertandingan.
Menurutnya, selain gaya bermain cepat yang diterapkan
Djadjang Nurdjaman, skuad Maung Bandung juga dinilai
bisa memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan
pemain Persiba.
"Pressingnya merepotkan. Tapi di sisi lain kita juga sering
melakukan kesalahan. Pemain PERSIB bisa memanfaatkan
itu," tegas pelatih keturunan Jerman ini.
Namun meski mengalami kekalahan, Timo tetap bangga
dengan para penggawanya. Ia mengaku tim racikannya
terus memberikan progres yang baik untuk bisa bersiap
menghadapi liga nanti.
"Mereka mulai bisa menerapkan hasil latihan. Membuat
langkah maju. Saya datang bukan ke tim yang sudah jadi.
Saya butuh waktu. Tapi ada perkembangan yang jauh dari
harapan saya," tambahnya.***