13/05/2026
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana melakukan penataan besar-besaran di kawasan Jalan Tuparev hingga Alun-alun Karawang sebagai bagian dari pengembangan kawasan “Kota Tua Karawang”. Rencana tersebut disampaikan saat kegiatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertajuk “Subang Larang Nebar Kaheman” yang digelar di Karawang pada 9 Mei 2026 malam. Kirab budaya itu dimulai dari Jalan Ir. H. Juanda dan berakhir di Alun-alun Karawang.
Dalam penataannya, pemerintah akan memperbaiki berbagai infrastruktur seperti jalan, trotoar, taman, hingga pencahayaan kawasan agar lebih tertata dan ramah pejalan kaki. Dedi Mulyadi juga ingin mempertahankan nuansa arsitektur lama di kawasan tersebut agar memiliki identitas khas kota tua yang bernilai historis. Ia mengatakan, “Tuparev itu harusnya menjadi ikon. Saya ingin Tuparev disulap menjadi kawasan Kota Tua-nya Karawang.”
Selain penataan fisik, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan elemen budaya dan pesan moral. Sepanjang jalan direncanakan akan dipasang batu tulis berisi pesan-pesan cinta dan nilai kemanusiaan. Dedi Mulyadi menyampaikan, “Bersama Pak Bupati kita akan melakukan perbaikan infrastruktur, termasuk jalan, trotoar dan taman… Dan sepanjang jalan nanti akan ada batu tulis yang isinya pesan-pesan cinta.”
Konsep kawasan ini tidak hanya difokuskan sebagai ruang wisata sejarah, tetapi juga ruang publik yang humanis dan mendukung aktivitas masyarakat. Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa nantinya akan dibuat “Pelataran Cinta”, yakni ruang terbuka untuk interaksi warga, tempat seniman berekspresi, hingga area yang mendukung UMKM lokal berkembang. Ia menegaskan bahwa pembangunan tersebut bertujuan menghadirkan kota yang nyaman, tertib, bebas parkir liar, dan tetap memiliki identitas budaya Sunda yang kuat.
Rencana revitalisasi kawasan Jalan Tuparev dan Alun-alun Karawang ini akan dibiayai melalui APBD Perubahan 2026 atau APBD 2027. Bupati Karawang Aep Syaepuloh turut menyambut positif gagasan tersebut dan menilai pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi, tetapi juga nilai kebersamaan. Ia mengatakan, “Pembangunan di kawasan tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus dibangun atas dasar nilai kasih sayang, kebersamaan dan persatuan.”