DAKSA

DAKSA PT Data Aksara Sangkuriang provide service solutions to electronic financial transaction system for

Our services are very suitable to applied in organizations that require large amounts of financial transactions such as banking, financial services, insurance, retail, and wholesale. We have experience managing hundreds of thousands to millions of users of financial services in a system with a nominal value of transaction reached hundreds of billions of rupiahs per month. The solution we offer inc

luding
- Electronic Channel System (Mobile Banking, Internet Banking, Mobile Money, etc),
- Smart Virtual Account System,
- Membership and Royalty management system,
- Switching and routing system,
- Reporting and performance management system,
- Ordering system.

Keluarga Besar DAKSA mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉMari terus mengisi kemerdekaan den...
17/08/2026

Keluarga Besar DAKSA mengucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Mari terus mengisi kemerdekaan dengan karya, integritas, dan kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih baik.

Merdeka! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Setiap vendor menjanjikannya, setiap rapat direksi menanyakannya. AI seolah menjadi jawaban untuk segala hal. Namun bank...
26/07/2026

Setiap vendor menjanjikannya, setiap rapat direksi menanyakannya. AI seolah menjadi jawaban untuk segala hal. Namun bank yang benar-benar menang dengan AI bukanlah yang paling cepat mengadopsinya, melainkan yang paling mampu memisahkan kebisingan dari nilai yang nyata.

๐— ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐˜†๐—ฝ๐—ฒ

AI sering diadopsi karena sedang tren, bukan karena menyelesaikan masalah nyata. "Kami butuh AI" kerap menjadi solusi yang mencari-cari masalah. Hasilnya adalah eksperimen mahal yang tampak canggih tetapi memberi sedikit manfaat.

๐——๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—”๐—œ ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ-๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ ๐—บ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ ๐—ป๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ถ

Ada area di perbankan tempat AI terbukti bermanfaat: deteksi fraud melalui pengenalan pola dalam skala besar, layanan nasabah untuk pertanyaan rutin, penilaian risiko kredit, pemrosesan dokumen, dan personalisasi. Kesamaannya jelas: semuanya menyelesaikan masalah yang konkret, bukan sekadar mengejar tren.

๐——๐—ถ ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ต๐˜†๐—ฝ๐—ฒ ๐—บ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜‚๐—ถ ๐—ธ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ฎ๐—ป

Masalah muncul saat AI diperlakukan seolah sempurna: dianggap tidak pernah salah, diharapkan menggantikan penilaian manusia pada keputusan berisiko tinggi, atau dipaksa bekerja di atas data yang berantakan. AI hanya sebaik data dan tata kelola di baliknya.

๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ฝ ๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—น๐—ฒ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ท๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ

๐Ÿ”น Mulai dari masalah, bukan teknologinya. Tanyakan "masalah apa yang ingin kami selesaikan?" sebelum "bagaimana kami memakai AI?"

๐Ÿ”น Pertahankan manusia dalam keputusan penting. AI memberi rekomendasi; manusia yang memutuskan penolakan kredit atau pemblokiran transaksi.

๐Ÿ”น Jaga data. AI berjalan di atas data, dan data nasabah wajib dilindungi sesuai UU No. 27 Tahun 2022 (UU PDP). Jangan mengumpankan data sensitif ke layanan AI publik.

๐Ÿ”น Tuntut penjelasan (explainability). Bank harus mampu menjelaskan mengapa sebuah keputusan diambil, baik kepada nasabah maupun regulator. AI yang sepenuhnya "kotak hitam" adalah risiko.

๐Ÿ”น Tata kelola dan pantau. Model AI dapat bergeser, bias, atau gagal. Pengawasan berkelanjutan adalah keharusan

Implementasi AI yang bertanggung jawab bukan soal bergerak paling lambat atau paling cepat, melainkan paling bijak. Tujuannya adalah nilai yang bertahan, bukan sorotan sesaat.

Pertanyaan bagi bank bukanlah "apakah kami sudah memakai AI?", melainkan "apakah kami memakainya untuk menyelesaikan masalah nyata, secara bertanggung jawab, dengan cara yang dapat kami pertanggungjawabkan?" Hype akan memudar. Kepercayaan dan manfaat nyatalah yang akan bertahan.

Karena itu, mitra teknologi yang tepat menghadirkan AI di tempat ia benar-benar menolong, dengan tata kelola dan pengawasan manusia, bukan sebagai jargon.

Uang di sebuah bank sesungguhnya hanyalah wujud dari satu hal yang lebih mendasar: kepercayaan. Nasabah menaruh dananya ...
25/07/2026

Uang di sebuah bank sesungguhnya hanyalah wujud dari satu hal yang lebih mendasar: kepercayaan. Nasabah menaruh dananya karena percaya, bukan karena terpaksa. Dan di era ketika mereka bisa memindahkan uang hanya dengan beberapa ketukan, lalu menceritakan pengalamannya kepada ribuan orang dalam hitungan detik, kepercayaan berubah menjadi mata uang yang sesungguhnya.

Inilah yang disebut trust economy: nilai mengalir kepada mereka yang berhasil membangun kepercayaan, dan menyusut dari mereka yang kehilangannya.

๐—•๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜‚๐—ป ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ธ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ถ๐—ป๐—ถ

Bukan lagi lewat lobi megah berlantai marmer, melainkan lewat pengalaman digital sehari-hari: aplikasi yang mulus, transaksi yang tidak pernah gagal, data yang aman, fraud yang tertangkap, dan masalah yang cepat diselesaikan. Setiap titik sentuh digital adalah setoran ke dalam, atau penarikan dari, rekening kepercayaan nasabah.

๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ถ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—ฟ: ๐—ก๐—ฒ๐˜ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ผ๐—บ๐—ผ๐˜๐—ฒ๐—ฟ ๐—ฆ๐—ฐ๐—ผ๐—ฟ๐—ฒ

Kepercayaan terdengar abstrak sampai kita mengukurnya. Net Promoter Score (NPS), metrik yang dipopulerkan oleh Bain & Company, menangkapnya lewat satu pertanyaan sederhana: seberapa besar kemungkinan seorang nasabah merekomendasikan bank Anda kepada orang lain?

Nasabah yang merekomendasikan sedang mempertaruhkan reputasinya sendiri untuk Anda. Itulah kepercayaan yang terlihat. Mereka yang antusias akan membawa orang lain masuk; mereka yang kecewa akan memperingatkan orang lain menjauh. NPS mengubah sesuatu yang tak kasat mata menjadi angka yang dapat dipantau dan ditindaklanjuti bank.

๐—ฌ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—น๐—ฒ๐˜„๐—ฎ๐˜: ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ฟ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ก๐—ฃ๐—ฆ ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ด๐—ถ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ต ๐˜๐—ฒ๐—ธ๐—ป๐—ผ๐—น๐—ผ๐—ด๐—ถ

Di bank digital, hal-hal yang menentukan apakah nasabah merekomendasikan atau tidak sebagian besar bersifat teknis: keandalan, kecepatan, keamanan, dan kanal yang terasa layak dipercaya. Maka berinvestasi pada sistem-sistem ini bukanlah biaya. Ia investasi langsung pada kepercayaan yang diukur NPS, dan pada pertumbuhan yang mengikutinya.

Dalam trust economy, bank terkuat bukanlah yang punya paling banyak cabang atau anggaran iklan terbesar, melainkan yang nasabahnya cukup percaya untuk mengajak orang lain ikut serta. Kepercayaan dibangun perlahan, hilang seketika, dan sebaiknya diukur dengan jujur.

Bangun sistem yang membuatnya layak diperoleh, bersama mitra yang memahami bahwa pada akhirnya setiap detail teknis adalah soal kepercayaan. Karena di dunia perbankan, kepercayaan bukan sekadar nilai tambah. Ia adalah bisnisnya itu sendiri.

Semakin sedikit nasabah yang datang ke kantor cabang. Interaksi mereka dengan bank kini terjadi di layar: mobile banking...
24/07/2026

Semakin sedikit nasabah yang datang ke kantor cabang. Interaksi mereka dengan bank kini terjadi di layar: mobile banking, internet banking, dan kanal digital lainnya. Artinya, kanal-kanal itu bukan lagi sekadar saluran transaksi. Mereka adalah titik sentuh utama, dan sering kali satu-satunya wajah bank yang dilihat nasabah setiap hari.

Ada empat hal yang membuat delivery channel begitu menentukan.

๐Ÿญ. ๐—œ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฒ๐—ฟ๐—บ๐—ถ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฐ๐—ถ๐˜๐—ฟ๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ป๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ธ
Setiap tampilan dan setiap interaksi membentuk persepsi. Aplikasi yang lambat, usang, atau tidak konsisten diam-diam menggerus reputasi. Sebaliknya, kanal yang rapi, modern, dan andal memperkuat kepercayaan. Nasabah menilai bank dari apa yang mereka rasakan di layar.

๐Ÿฎ. ๐—œ๐—ฎ ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐˜‚๐—ต๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ธ๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฐ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ ๐—ป๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚
Bagi generasi yang tumbuh serba digital, seperti milenial dan Gen Z, pengalaman digital kerap menjadi faktor penentu dalam memilih dan bertahan di sebuah bank. Mereka membentuk kesan dengan cepat. Pengalaman yang mulus dan tepercaya menarik mereka masuk, bahkan sebelum pernah menyentuh pintu cabang. Pengalaman yang buruk membuat mereka pergi secepat itu p**a.

๐Ÿฏ. ๐—œ๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—บ๐˜‚๐—ฑ๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ถ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ผ๐—น๐—ฒ๐—ต ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ธ ๐˜€๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ถ๐—ฟ๐—ถ
Kanal yang baik tidak statis. Bank perlu dapat menyesuaikannya dengan mudah: identitas merek, kampanye, konten, hingga penawaran untuk segmen nasabah tertentu, tanpa harus menunggu siklus pengembangan yang panjang atau memaksa nasabah memperbarui aplikasi. Kemampuan personalisasi inilah yang menjaga kanal tetap relevan dan hidup.

๐Ÿฐ. ๐—œ๐—ฎ ๐—ต๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐˜€ ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐˜‚๐—ฎ๐—ถ ๐—ฎ๐—ป๐—ท๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—™๐——๐—ฆ
Di balik tampilan yang menarik, kanal harus aman. Ia perlu terintegrasi dengan fraud detection system (FDS) dan mampu bertindak atas sinyalnya secara real-time: menahan, meminta verifikasi tambahan, atau menunda transaksi mencurigakan. POJK No. 12 Tahun 2024 mewajibkan penerapan FDS, tetapi deteksi baru melindungi nasabah ketika kanal mampu menindaklanjutinya. Kepercayaan lahir dari keindahan dan keamanan sekaligus.

Delivery channel hari ini adalah titik temu dari empat hal sekaligus: citra, kepercayaan, pertumbuhan, dan keamanan. Ia harus cukup menarik untuk memikat, cukup fleksibel untuk tetap relevan, dan cukup aman untuk dipercaya.

Karena itu, memilih mitra teknologi yang mampu menghadirkan semuanya secara utuh, lalu mengembangkannya seiring waktu, bukan sekadar keputusan teknis. Ia keputusan strategis yang menyangkut wajah, kepercayaan, dan masa depan bank Anda.

Banyak bank kini telah memiliki Fraud Detection System (FDS). Itu langkah yang tepat, dan memang diwajibkan. POJK No. 12...
23/07/2026

Banyak bank kini telah memiliki Fraud Detection System (FDS). Itu langkah yang tepat, dan memang diwajibkan. POJK No. 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan, yang berlaku sejak 31 Oktober 2024, secara tegas mewajibkan penerapan fraud detection system sebagai bagian dari strategi anti fraud.

Tetapi memiliki FDS adalah titik awal, bukan garis akhir.

FDS hanya satu dari empat pilar

POJK 12/2024 menetapkan strategi anti fraud yang berdiri di atas empat pilar: pencegahan; deteksi; investigasi, pelaporan, dan sanksi; serta pemantauan, evaluasi, dan tindak lanjut. FDS berada di pilar deteksi. Artinya, mendeteksi saja belum menghentikan fraud. Deteksi baru bernilai bila diikuti tindakan.

Pertanyaan yang sering terlewat: bisakah kanal Anda menindaklanjuti informasi dari FDS?

FDS menghasilkan informasi berupa sinyal, skor risiko, atau peringatan atas transaksi mencurigakan. Namun informasi itu hanya berguna bila ada yang bertindak atasnya, secara real-time, tepat di titik transaksi.

Inilah celah yang sering terlewat. FDS menandai sebuah transaksi berisiko tinggi. Lalu, apakah kanal seperti mobile banking dan internet banking mampu langsung menahannya, meminta verifikasi tambahan (step-up authentication), atau menundanya untuk ditinjau? Jika kanal tidak dapat membaca dan menindaklanjuti sinyal FDS pada saat itu juga, deteksi hanya menjadi laporan setelah dana telanjur berpindah.

Masalahnya sering ada di integrasi

FDS dan kanal kerap merupakan sistem terpisah, dibangun oleh pihak berbeda, dan tidak dirancang untuk saling berbicara secara real-time. Nilai penuh FDS baru terwujud ketika ia terhubung ke dalam alur transaksi kanal, dan ketika hasil di kanal kembali memperkaya aturan FDS. Tanpa itu, bank memiliki alarm yang berbunyi, tetapi tidak ada yang tersambung untuk mendengarnya.

Di sinilah peran mitra teknologi menjadi menentukan

Fraud terus berevolusi, dan begitu p**a regulasi. Pilar pemantauan dan tindak lanjut dalam POJK 12/2024 menuntut perbaikan yang berkelanjutan. Hal ini sulit dicapai bila FDS dan kanal berasal dari vendor berbeda yang tidak dapat berkembang selaras.

Bank membutuhkan mitra yang mampu mengembangkan teknologi dan produk secara terintegrasi: FDS yang mendeteksi, kanal yang mampu bertindak atas deteksi itu, dan keduanya berevolusi bersama, sejalan dengan kebutuhan bisnis sekaligus tuntutan regulator.

Pertanyaannya bukan lagi "apakah bank Anda punya FDS?", melainkan "apakah sistem Anda mampu bertindak atas apa yang dideteksinya, dan terus berkembang secepat fraud itu sendiri?"

Deteksi tanpa kemampuan bertindak hanyalah pencatatan. Perlindungan sejati lahir ketika deteksi dan tindakan berjalan sebagai satu kesatuan.

Rujukan: POJK No. 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan.

Bayangkan sistem keamanan terbaik: tembok tinggi, kamera, penjaga. Lalu seseorang berjalan masuk dengan kartu akses yang...
22/07/2026

Bayangkan sistem keamanan terbaik: tembok tinggi, kamera, penjaga. Lalu seseorang berjalan masuk dengan kartu akses yang sah. Tidak ada alarm yang berbunyi. Inilah wajah ancaman yang paling sering terlewat di perbankanโ€”bukan dobrakan paksa, melainkan penyalahgunaan akses yang sah.

Laporan Verizon DBIR 2025 menempatkan kredensial curian sebagai vektor serangan awal nomor satuโ€”terlibat dalam 22% pelanggaran, dan dalam 88% serangan terhadap aplikasi web. Sementara itu, pelaku internal secara konsisten menjadi penyebab utama penyalahgunaan hak akses (privilege misuse).

Benang merahnya jelas: yang paling berbahaya bukan selalu siapa yang menyerang, melainkan akses sah yang disalahgunakan.

Garis antara "dalam" dan "luar" makin kabur

Begitu kredensial dicuri, penyerang dari luar menjadi "orang dalam" di mata sistemโ€”dengan hak akses yang sepenuhnya sah. Karena itu, menjaga perimeter saja tidak cukup. Bank harus menata kelola akses itu sendiri.

Di sinilah IAM dan PAM berperan

๐Ÿ”น Hak akses seminimal mungkin (least privilege). Setiap orang hanya memperoleh akses yang benar-benar dibutuhkanโ€”tidak lebih.

๐Ÿ”น Privileged Access Management (PAM). Akun istimewa (admin)โ€”"kunci induk" sistemโ€”mendapat kontrol khusus: akses just-in-time, perekaman sesi, dan penyimpanan kredensial terkunci.

๐Ÿ”น Pemisahan tugas (segregation of duties). Tidak ada satu orang yang bisa sekaligus memulai dan menyetujui tindakan kritis.

๐Ÿ”น Autentikasi kuat & tahan phishing. MFA penting, tetapi penyerang kini mampu menembus MFA konvensionalโ€”dibutuhkan metode yang lebih tahan.

๐Ÿ”น Pemantauan & jejak audit. Setiap akses tercatat; anomali (jam tak biasa, lokasi, volume) ditandai dan ditindaklanjuti.

Pengendalian akses ini bukan sekadar praktik baikโ€”ia bagian inti manajemen risiko TI yang diatur OJK melalui POJK No. 11/POJK.03/2022 dan SEOJK No. 29/SEOJK.03/2022.

Tembok setinggi apa pun tak berarti bila kuncinya tersebar di mana-mana. Di perbankan, keamanan sejati dimulai dari memastikan setiap orangโ€”dan setiap sistemโ€”hanya bisa mengakses apa yang seharusnya, dan setiap akses dapat dipertanggungjawabkan.

Mitra teknologi yang tepat membangun sistemnya dengan kontrol akses berbasis peran, pemisahan tugas, dan jejak audit sejak awalโ€”bukan sebagai tambahan, melainkan sebagai fondasi.

Sumber data: Verizon Data Breach Investigations Report 2025.

Di awal transformasi digital, menghubungkan dua sistem secara langsung terlihat sebagai pilihan yang paling cepat.Core B...
21/07/2026

Di awal transformasi digital, menghubungkan dua sistem secara langsung terlihat sebagai pilihan yang paling cepat.

Core Banking dihubungkan ke Mobile Banking. Kemudian ditambahkan CRM, Payment Gateway, ERP, Virtual Account, Fraud Detection, Notification Service, hingga berbagai layanan mitra. Setiap kebutuhan baru biasanya diselesaikan dengan satu koneksi baru.

Awalnya terasa sederhana.

Namun ketika jumlah aplikasi bertambah, arsitektur yang semula sederhana berubah menjadi jaringan koneksi yang sulit dipahami dan semakin mahal untuk dipelihara.

Inilah yang dikenal sebagai point-to-point integration.

Pada pendekatan ini, setiap aplikasi membangun koneksi langsung ke aplikasi lainnya. Semakin banyak sistem, jumlah koneksi meningkat secara eksponensial sehingga kompleksitas tumbuh jauh lebih cepat dibanding pertumbuhan aplikasinya.

Biaya tersembunyi dari arsitektur ini biasanya baru terasa ketika organisasi mulai berkembang.

Beberapa dampaknya antara lain:

1๏ธโƒฃ Biaya Pengembangan Meningkat
Setiap integrasi baru membutuhkan pengembangan, pengujian, dan dokumentasi tersendiri sehingga waktu dan biaya terus bertambah.
2๏ธโƒฃ Biaya Pemeliharaan Membengkak
Perubahan pada satu sistem dapat memengaruhi banyak koneksi sekaligus sehingga setiap pembaruan membutuhkan penyesuaian di berbagai titik.
3๏ธโƒฃ Inovasi Menjadi Lebih Lambat
Peluncuran layanan baru harus mempertimbangkan puluhan bahkan ratusan koneksi yang sudah ada.
4๏ธโƒฃ Risiko Gangguan Semakin Besar
Gangguan pada satu koneksi dapat memengaruhi layanan lain sehingga proses identifikasi dan pemulihan menjadi lebih kompleks.
5๏ธโƒฃ Sulit Dipantau
Integrasi yang tersebar membuat organisasi kehilangan visibilitas terhadap aliran data, performa layanan, dan jejak transaksi.

Karena itu banyak organisasi beralih ke integration layer atau middleware.
Seluruh komunikasi dipusatkan melalui satu lapisan integrasi sehingga arsitektur lebih sederhana, pengembangan lebih cepat, monitoring lebih mudah, dan biaya operasional jangka panjang dapat ditekan.

Transformasi digital bukan sekadar menambah aplikasi baru, tetapi memastikan setiap aplikasi dapat berkembang tanpa menambah kompleksitas.

Karena dalam arsitektur enterprise, biaya terbesar sering kali bukan berasal dari pembangunan sistem, melainkan dari kompleksitas yang terus bertambah setiap kali sistem baru diintegrasikan.

------
Referensi
Enterprise Integration Patterns โ€” Gregor Hohpe & Bobby Woolf.
Microsoft Azure Architecture Center โ€” Enterprise Integration Architecture.
IBM โ€” What is Middleware?
Gartner โ€” Integration Platform as a Service (iPaaS).
OASIS โ€” Reference Model for Service-Oriented Architecture (SOA).

Saat tanggal gajian, lonjakan BI-FAST, atau musim belanja, jutaan permintaan datang serentak dari mobile banking, intern...
20/07/2026

Saat tanggal gajian, lonjakan BI-FAST, atau musim belanja, jutaan permintaan datang serentak dari mobile banking, internet banking, dan kanal lain. Semua bermuara ke satu tempat: core banking. Dan di sanalah masalahnya sering bermulaโ€”bukan karena core-nya buruk, tetapi karena ia tidak dirancang untuk dihantam beban sebesar itu secara langsung.

Mengapa core menjadi titik macet?

Core banking adalah jantung bank: tempat data rekening dan saldo dijaga. Tapi banyak core, terutama yang legacy, punya kapasitas transaksi bersamaan yang terbatas. Menambah kapasitasnya secara langsung mahal dan berisiko, sementara menggantinya adalah proyek besar yang penuh risiko. Memaksakan seluruh trafik kanal langsung ke core sama saja mengundang kemacetan.

Solusinya: lapisan middleware sebagai pengatur lalu lintas

Alih-alih membebani core secara langsung, sebuah lapisan middleware (switching dan API gateway) ditempatkan di antara kanal dan core. Ia berperan sebagai peredam guncangan sekaligus pengatur lalu lintas transaksi. Yang dilakukannya:

๐Ÿ”น Antrian & throttling. Lonjakan permintaan ditampung dan dialirkan ke core sesuai kapasitasnya, bukan menghantam sekaligus.

๐Ÿ”น Caching permintaan baca. Permintaan seperti cek saldo dan mutasi dapat dilayani tanpa selalu membebani core.

๐Ÿ”น Routing & load balancing. Transaksi diarahkan secara cerdas, menyebar beban dan menghindari titik jenuh.

๐Ÿ”น Pemrosesan asinkron. Penerimaan transaksi dipisahkan dari pemrosesan di core, sehingga kanal tetap responsif meski core sedang sibuk.

๐Ÿ”น Circuit breaker & graceful degradation. Bila satu komponen terganggu, sistem melindungi core dari kegagalan beruntun dan tetap melayani sebisa mungkin, alih-alih tumbang total.

Sebagai bonus, middleware yang baik juga menstandarkan akses (termasuk Open API/SNAP), sehingga integrasi pihak ketiga tidak perlu menyentuh core secara langsung.

Hasilnya

Core tetap stabil di balik layar, kanal tetap gesit di depan nasabahโ€”bahkan saat trafik memuncak. Bank tidak perlu mengganti jantungnya; cukup melindunginya dengan lapisan yang tepat.

Skalabilitas perbankan modern ditentukan bukan hanya oleh core, melainkan oleh lapisan yang mengelola jalan menuju core. Karena itu, saat memilih mitra teknologi, pastikan mereka mampu menyediakan solusi middleware yang benar-benar teruji menampung beban di saat puncakโ€”bukan sekadar penghubung, tetapi peredam dan pengatur lalu lintas yang menjaga layanan tetap berjalan ketika paling dibutuhkan.

Core yang kuat itu penting. Tapi core yang terlindungi dengan baik, itulah yang membuat bank tetap melayani tanpa henti.

Banyak bank menganggap urusan ketahanan selesai begitu memiliki Disaster Recovery (DR). Padahal DR hanya menjawab satu h...
19/07/2026

Banyak bank menganggap urusan ketahanan selesai begitu memiliki Disaster Recovery (DR). Padahal DR hanya menjawab satu hal: "bagaimana memulihkan sistem setelah gagal?" Ketahanan operasional menjawab pertanyaan yang jauh lebih besar: "bagaimana bank tetap melayani nasabah ketika apa pun terjadi?"

Apa bedanya?

DR berfokus pada teknologiโ€”memulihkan server dan data dalam target waktu tertentu (RTO/RPO). Penting, tapi sempit.

Ketahanan operasional berfokus pada kelangsungan layanan kritis melalui gangguan jenis apa pun: serangan siber, kegagalan sistem, kesalahan manusia, bencana alam, hingga kegagalan vendor. Ia mencakup manusia, proses, teknologi, dan rantai pasok sekaligus.

Pergeserannya mendasar: dari "mencegah kegagalan" menjadi "mengasumsikan gangguan pasti terjadi, dan memastikan layanan kritis tetap berjalan saat itu tiba."

Arah ini sudah menjadi ekspektasi regulator

Risiko operasionalโ€”akibat tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan kejadian eksternalโ€”diatur dalam POJK No. 18/POJK.03/2016. OJK juga menerbitkan Panduan Resiliensi Digital bagi bank umum yang menempatkan Business Continuity Management (BCM) sebagai pilar utama, melengkapi SEOJK No. 29/SEOJK.03/2022.

Empat fokus yang membedakan bank yang benar-benar resilien:

1๏ธโƒฃ Tetapkan layanan kritis & toleransi gangguannya. Layanan apa yang tak boleh berhenti, dan berapa lama maksimal boleh terganggu sebelum berdampak serius?

2๏ธโƒฃ Petakan ketergantungan end-to-end. Termasuk vendor dan pihak ketigaโ€”kelemahan mereka adalah kelemahan bank.

3๏ธโƒฃ BCM yang diuji, bukan sekadar dokumen. Skenario dan simulasi pemulihan dijalankan berkala.

4๏ธโƒฃ Manusia dan proses, bukan hanya sistem. Resiliensi mencakup kesiapan orang dan prosedur saat krisis, bukan sekadar redundansi server.

Pertanyaannya bukan lagi "apakah gangguan akan datang," melainkan "apakah layanan kritis kami tetap berjalan saat ia datang." DR hanya satu komponen dari gambaran yang jauh lebih luas.

Dan ada manfaat yang jarang dibicarakan: ketenangan tim. Ketahanan operasional yang matang membuat tim IT tidak lagi hidup dalam mode pemadam kebakaranโ€”tanpa panik tengah malam saat trafik melonjak atau ada komponen bermasalah. Mereka tahu layanan kritis akan bertahan dan ada rencana teruji bila gangguan datang. Itulah peace of mind yang sebenarnya: keyakinan bahwa bank siap menghadapinya.

Di sinilah keandalan yang dibangun mitra teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari ketahanan bank: SLA yang jelas, pemulihan yang teruji, dan dukungan yang siap saat paling dibutuhkan.

Rujukan: POJK No. 18/POJK.03/2016; SEOJK No. 29/SEOJK.03/2022; Panduan Resiliensi Digital OJK.

Begitu aplikasi mobile banking terpasang, ia berpindah ke lingkungan yang sepenuhnya di luar kendali bank, ponsel yang b...
18/07/2026

Begitu aplikasi mobile banking terpasang, ia berpindah ke lingkungan yang sepenuhnya di luar kendali bank, ponsel yang bisa saja sudah di-root, terinfeksi trojan, atau menjadi sasaran aplikasi jahat. Di Indonesia, ini bukan teori.

Modus pengiriman file APK palsu lewat WhatsApp, berkedok undangan, resi paket, atau surat tilang, terus memakan korban. Begitu terpasang, malware dapat membaca SMS termasuk kode OTP perbankan dan menguras rekening. Secara global, Kaspersky mencatat lonjakan paket instalasi trojan perbankan Android hingga 56% sepanjang 2025. Penyerang pun makin canggih: aplikasi dimodifikasi (repackaged) dan verifikasi tanda tangan digitalnya dilewati, sehingga versi palsu sulit dibedakan dari yang asli.

Di sinilah mobile app shielding berperan: melindungi aplikasi saat berjalan di lingkungan yang tidak tepercaya.

Empat lapis pertahanan utama

1๏ธโƒฃ Deteksi root/jailbreak & emulator.
Aplikasi mengenali perangkat yang dimodifikasi atau lingkungan tiruan, lalu membatasi atau menolak transaksi berisiko.

2๏ธโƒฃ Anti-tampering & deteksi repackaging. Memeriksa integritas dan tanda tangan aplikasi; bila kode diubah atau dibungkus ulang, aplikasi menolak berjalan.

3๏ธโƒฃ RASP (Runtime Application Self-Protection). Mendeteksi upaya hooking, debugging, atau penyuntikan kode (misalnya lewat Frida) secara real-time saat aplikasi berjalan.

4๏ธโƒฃ Proteksi overlay & layar, plus obfuscation kode. Mencegah malware "menumpang" tampilan untuk mencuri input, melindungi layar sensitif, dan menyulitkan rekayasa balik atas kode aplikasi.

Namun shielding bukan Silver Bullet. Ia melengkapi, bukan menggantikan, edukasi nasabah dan kontrol di sisi server. Pertahanan terkuat selalu berlapis: aman di server, aman di jaringan, dan aman di perangkat.

Mengamankan delivery channel tidak berhenti saat aplikasi dirilis ke toko aplikasi. Justru di sanalah pertempuran sesungguhnya dimulaiโ€”di jutaan perangkat yang tak bisa dikendalikan bank. Membangun aplikasi mobile banking dengan asumsi bahwa lingkungannya bermusuhan (hostile environment), sejak tahap desain, adalah pembeda antara aplikasi yang sekadar berfungsi dan aplikasi yang benar-benar melindungi.

Mitra teknologi yang tepat memperlakukan keamanan sisi klien sebagai keharusan, bukan fitur tambahan.

Sumber data ancaman: laporan Kaspersky (2025) dan publikasi keamanan perbankan nasional.

Address

Jalan Salendro Timur I No. 7
Bandung
30275

Opening Hours

Monday 09:00 - 18:00
Tuesday 09:00 - 18:00
Wednesday 09:00 - 18:00
Thursday 09:00 - 18:00
Friday 09:00 - 18:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DAKSA posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to DAKSA:

Shortcuts

Share