Teman Desa

Teman Desa Teman Desa merupakan sebuah sistem aplikasi yang berbasis Teknologi Informasi dan Komputer yang khsusus diciptakan untuk memeudahkan kinerja perangkat desa

Kami adalah lembaga yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa, khususnya dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi serta konsultasi pengembangan potensi perekonomian pedesaan.

29/03/2017

Permendes no. 22 tahun 2016 tentang PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2017 menyebutkan :

1. Kegiatan Prioritas Bidang Pembangunan Desa�
Kegiatan-kegiatan pembangunan Desa yang dapat dibiayai Dana Desa adalah sebagai berikut:
a. Pengadaan, pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan dan prasarana informasi dan komunikasi, antara lain:
• jaringan internet untuk warga Desa; �
• website Desa; �
• peralatan pengeras suara (loudspeaker);
• telepon umum; �
• radio Single Side Band (SSB); dan �
• sarana prasarana komunikasi lainnya yang sesuai dengan analisis �kebutuhan dan kondisi Desa yang diputuskan dalam musyawarah Desa. �
2. Kegiatan Prioritas Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa.�
a. pengelolaan informasi dan komunikasi, antara lain:
• sistem informasi Desa; �
• koran Desa; �
• website Desa; �
• radio komunitas; dan �
• pengelolaan informasi dan komunikasi lainnya yang sesuai dengan �analisis kebutuhan dan kondisi Desa yang diputuskan dalam musyawarah Desa. �

Dua kali sistem informasi desa dan web desa di sebut prioritas pembangunan desa menurut permendes no.22 tahun 2016.. selengkapnya silahkan bacahttp://jdih.kemendesa.web.id/assets/img/dokumen/PermenDesaPDTTrans%20Nomor%2022%20Tahun%202016.pdf

27/03/2017

Potensi Asap Cair Sebagai Produk Biopestisida alami Untuk Petanian Dan Produk Unggulan Desa.

Yuk Mari kita Berdayakan Desa Melalui Produk Unggulan Daerah Kita Masing-masing !
27/03/2017

Yuk Mari kita Berdayakan Desa Melalui Produk Unggulan Daerah Kita Masing-masing !

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) merupakan pelaksana kementerian di bidang Pembangunan Daerah Tertinggal, dipimpin oleh Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transm...

24/03/2017
24/03/2017

Teman Desa merupakan sebuah sistem aplikasi yang berbasis Teknologi Informasi dan Komputer yang khsusus diciptakan untuk memeudahkan kinerja perangkat desa

YOGYAKARTA – Dalam rangka membangun daerah tertinggal, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) Ke...
17/03/2017

YOGYAKARTA – Dalam rangka membangun daerah tertinggal, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) menggelar Rapat Kerja selama tiga hari di Yogyakarta dalam upaya mengentaskan daerah tertinggal yang menjadi fokus utama kerja Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal.

Menurut Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Singgih Wiranto, pembangunan yang dilakukan oleh Ditjen PDT sudah banyak membawa hasil, namun memang kesenjangan masih dirasakan dibeberapa wilayah, artinya pembangunan belum sepenuhnya merata.

“Kementerian Desa, PDTT mempunyai tujuan untuk untuk melaksanakan pemerataan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat di daerah tertinggal agar kesenjangan antar wilayah dapat dihapuskan sehingga mampu memperkuat persatuan dan kesatuan,” ujar Singgih Wiranto dalam sambutannya di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Kamis (16/3).

Menurut Singgih, hal tersebut sesuai dengan Nawacita Pemerintahan Joko Widodo yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Ada target-target yang ditetapkan dalam upaya menghilangkan kesenjangan antar daerah, seperti pengentasan 80 kabupaten tertinggal menjadi kabupaten maju, meningkatnya pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal dan menurunkan angka kemiskinan di daerah tertinggal.

Target diatas sudah melihatkan capaian yang cukup baik. “Pertumbuhan ekonomi di daerah tertinggal pada tahun 2016 sebesar 5,7 persen lebih besar dibanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen. Angka kemiskinan di daerah tertinggal juga menurun lebih banyak dibandingkan dengan angka kemiskinan nasional,” papar Singgih.

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal sendiri fokus pada 3 program unggulan, yaitu program pengembangan ekonomi di daerah tertinggal, program pengembangan sumber daya di daerah tertinggal dan program pengembangan infrastruktur di daerah tertinggal.

Pengentasan daerah-daerah tertinggal juga banyak dibantu oleh pemberian dana desa oleh pemerintah. Dana desa yang disalurkan pada tahun 2016 lebih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur di desa. Dengan tersedianya infrastruktur yang sudah memadai diharapkan mampu menghasilkan desa mandiri dan desa maju.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sendiri sesuai dengan arahan Menteri Eko Putro Sandjojo pada tahun ini menetapkan 4 program unggulan kementerian. Hal tersebut disampaikan oleh Singgih didepan para pejabat eselon 2, eselon 3 dan eselon 4 yang hadir.

“Program unggulan pertama adalah OVOP (One Village One Product). Program ini mendukung agar setiap daerah mempunyai dan fokus pada satu produk unggulan sebagai daya ungkit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daerahnya. Yang kedua pembangunan embung dalam rangka meningkatkan dan mewujudkan kedaulatan pangan. Pembangunan embung ini juga bisa dimanfaatkan untuk air bersih, budidaya perikanan maupun pariwisata,” ujar Singgih.

“Yang ketiga adalah program raga desa atau olahraga desa. Program ini dilakukan dengan pembangunan sarana olahraga di desa-desa. Dan yang terakhir adalah pengembangan BUMDes,” tutup Singgih.

Singgih mengharapkan program kerja yang dibuat oleh masing-masing Direktorat dilingkungan Ditjen PDT saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain, tidak berdiri sendiri-sendiri. Singgih tidak segan untuk mencoret program kerja yang tidak saling berhubungan. Hal tersebut dimaksudkan agar hasil yang dicapai bisa berjalan dengan baik dan maksimal.

Menteri Eko sendiri menurut Singgih menginginkan adanya peningkatan kinerja Kementerian Desa PDTT diberbagai aspek. Bekerja dengan baik sesuai dengan rencana yang sudah ditetapkan. Membuat anggaran yang bermanfaat bagi masyarakat dengan focus pada 4 program unggulan diatas. Kinerja yang baik tidak hanya berdasarkan banyaknya serapan anggaran, melainkan kinerja yang membawa manfaat banyak bagi masyarakat dan mampu dipertanggungjawabkan.

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo,...
16/03/2017

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, meminta seluruh Bupati agar menentukan produk unggulan desa mengingat 82 persen masyarakat desa hidup di sektor pertanian.

“Jadi segera tentukan fokusnya mau apa, sehingga bisa dikoordinasikan ke 19 Kementerian/ Lembaga untuk desa-desa Bapak Ibu sekalian,” ujarnya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Desa Tahun 2017 di Jakarta, Kamis.

Dalam keterangan persnya, Menteri Eko juga meminta para Bupati agar membuat payung hukum, agar desa berbasis pertanian dapat menggunakan dana desa untuk membangun embung.

Bagi desa yang belum memasukkan embung dalam APBDes dapat membuat APBDes perubahan. Menteri Eko menambahkan, pemerintah desa dapat mengalokasikan Rp200 juta - Rp500 juta untuk membangun embung.

“Kenapa tidak saya bikinkan (peraturan) secara nasional, karena tidak semua desa membutuhkan embung. Nanti bagi embung yang sudah jadi, Menteri Pertanian akan berikan p***a. Oleh karena itu, Bupati buat peraturan bupati agar desa bisa membuat APBDes perubahan,” terangnya.

Mendes PDTT mengatakan dana desa yang telah berjalan sejak tahun 2015 sebesar Rp20,8 triliun dan Rp46,9 triliun pada 2016 lalu telah memberikan efek pembangunan cukup signifikan.

Tercatat, dana desa telah membangun jalan desa sepanjang 66.179 Kilometer, 65.573 unit drainase, 37.962 unit penahan tanah, 36.951 unit MCK, 16.069 unit instalansi air bersih, 12.540 unit irigasi sawah, 13.988 unit sumur desa, 11.221 unit PAUD, 3.100 unit Polindes, 1.810 pasar desa, 1.366 unit tambatan perahu, 686 unit embung, dan 511.484 meter jembatan desa.

“Ini adalah yang pertama di Indonesia dan terbukti hasil pembangunannya. Saya juga ingatkan bahwa dana yang turun ke desa tidak hanya bersumber dari dana desa saja. Tapi ada Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah daerah yang jumlahnya tergantung daerah masing-masing. Secara keseluruhan, ada anggaran sebesar Rp560 Triliun dari 19 Kementerian/ Lembaga yang diarahkan ke desa. Seperti Kementerian pertanian, fokusnya pasti di desa,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Michael Wattimena mengakui, bahwa masyarakat saat ini telah merasakan dana desa yang merupakan amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Dirinya berharap, empat program prioritas Kemendes PDTT yakni Produk Unggulan Desa (Prudes)/ Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pembangunan embung desa, dan pembangunan sarana olahraga desa dapat diimplementasikan dengan baik. Karena dana desa sendiri, akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

“Yang terpenting adalah pertangunggjawabannya. Karena kami tahu bahwa sampai tahun 2019 mendatang, dana desa hampir kira-kira Rp1 miliar sampai dengan Rp1,4 miliar tergantung keuangan negara,” ujarnya.

Rakornas ini juga dihadiri Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Staf Khusus Kantor Staf Kepresidenan Nur Fauzi Rahman, serta jajaran petinggi BUMN, diantaranya BNI, Bank Mandiri, BRI, BTN, dan BULOG. Pertemuan ini sekaligus memperkuat sinergi lintas K/L dan juga dengan sektor swasta dalam pembangunan desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, meminta seluruh Bupati agar menentukan produk unggulan desa ...

Membangun Desa Bersama TEMAN DESA (Sistem Manajemen Desa)JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID-Nawacita Presiden Republik Indone...
15/03/2017

Membangun Desa Bersama TEMAN DESA (Sistem Manajemen Desa)

JAKARTA, KABARINDONESIA.CO.ID-Nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo nomor 3 yaitu ‘Membangun Indonesia' dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan, untuk itu Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi merumuskan kebijakan yang dituangkan dalam Permendes nomor 22 tahun 2017 tentang PENETAPAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA, salah satunya prioritas pengelolaan informasi dan komunikasi.

Sesuai dengan amanat UU No. 6/2014 tentang Desa, tujuan pembangunan desa adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, membangun potensi ekonomi lokal serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Untuk itu Desa Pringgowijayan Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menerapkan satu Sistem Manajemen Desa atau lebih dikenal dengan TEMAN DESA, agar tata kelola pemerintahan desa menjadi lebih rapi dan transparan.

TEMAN DESA (Sistem Manajemen Desa) itu sendiri adalah sebuah konsep pembangunan pedesaan yang memberdayakan masyarakat dengan sarana teknologi informasi yang mumpuni. Dengan hadirnya infrastruktur teknologi informasi dan telekomunikasi, masyarakat dapat mengakses informasi secara luas yang setara dengan masyarakat perkotaan.

Tidak hanya itu dengan menerapkan TEMAN DESA, Desa Pringgowijayan mulai menuju desa digital dengan pelayanan berbasis IT. Hadirnya Web Desa akan memberikan informasi kepada publik tentang potensi-potensi yang ada di desa, baik potensi sumber daya alam maupun potensi hasil kerajinan masyarakat desa.

Desa Pringgowijayan juga menerapkan E-Resgistrasi Online untuk pendaftaran berbagai surat pengantar ataupun keperluan kependudukan lainnya. Juga ada SILADU (sistem pelaporan dan pengaduan), ada juga E-Pojok desa sebagai tempat diskusi warga online, ditambah lagi Desa Pringgowijayan juga mempunyai E-Library atau perpustakaan digital. Semua sistem tersebut bisa diakses dimana saja dengan aplikasi E-Pringgo yang berbasis Mobile Aplication Andorid.

Menurut Supriyono selaku Kepala DesaP ringgowijayan, pembangunan pedesaan diarahkan untuk penguatan desa dan masyarakatnya, serta pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di pedesaan untuk mendorong pengembangan perdesaan berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi serta mendorong keterkaitan desa-kotas ehingga Desa Pringgowijayan menjadi DESA MANDIRI.

Konsep desa mandiri ini akan semakin berkembang apabila pembangunannya telah didukung oleh jaringan infrastruktur informasi dan komunikasi yang sudah memadai. Pada akhirnya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (human capacity building), dengan transfer pengetahuan, diharapkan indeks prestasi manusia di desa semakin meningkat sehingga terbentuk masyarakat informasi (knowledge-based society).

Kerja sama DesaPringgowijayan dengan PT Lintas Data Intermedia melalui TEMAN DESA, diharapkanakan mendorong terciptanya Tata Kelola Desa yang baik dengan mempersiapkan data, informasi, dan indeks desa yang digunakan sebagai acuan bersama dalam perencanaan dan pembangunan serta monitoring dan evaluasi kemajuan perkembangan desa.
Pengembangan Ekonomi Pedesaan dengan meningkatkan kegiatan ekonomi desa yang berbasis komoditas unggulan, meningkatkan akses masyarakat desat erhadap modal usaha, pemasaran dan informasi pasar. Mengembangkan lembaga pendukung ekonomi desa seperti koperasi, dan BUMDesa, dan lembaga ekonomi mikro lainnya. Peran aktif masyarakat desa dalam hal perencaaan dan pembangunandesa. (*)

Catatan: Arie Setiawan (Direktur PT Lintas Data Intermedia) Kades Pringgowijayan, Supriyono, siap mewujkan desa mandiri JAK...

Address

Emerald Commersial Blok UB27/Summarecon/
Bekasi
17142

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Teman Desa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Teman Desa:

Share