28/12/2019
Sedikit curhat, daripada dipendem jadi jerawat.
Di dunia advokat, ada slogan “musuh terbesar seorang advokat adalah kliennya sendiri”. Hal ini dikarenakan ketidakjujuran klien kepada kuasa hukumnya dalam berceita dan memberikan data perihal permasalahan yang sedang dihadapinya.
Ternyata, hal tersebut berlaku juga dalam dunia vaporizer. Musuh terbesar dari vaporizer di Indonesia adalah va**rs itu sendiri. Hal itu terjadi, karena ketidakpedulian va**rs itu terhadap keberlangsungan v**e scene di Indonesia. Hal ini menyebabkan tanpa dihancurkan oleh pihak luar, v**e scene di Indonesia akan hancur dengan sendirinya oleh perbuatan va**rs itu sendiri.
Biarkan saja, peduli amat, bukan tugas kita, bukan wewenang kita, masa bodo asal gak ganggu kita, adalah bahasa yang muncul pada saat ada va**rs yang berbuat sesuatu yang merugikan va**rs lain. Pada akhirnya, penyalahgunaan v**e, kesalahan pemakaian v**e, penjualan ke anak dibawah umur menjadi hal yang lumrah. Itu semua karena KETIDAKPEDULIAN itu tadi.
Termasuk ke dalam KETIDAKPEDULIAN itu adalah kalau v**e dilarang di Indonesia, ya sudah. Saya merokok lagi aja atau saya berhenti total merokok. WTF!!!
Setidaknya kalau kalian tidak peduli, jangan perlihatkan ketidakpedulian itu ke orang lain. Simpan ketidakpedulian itu dalam hati, supaya orang lain tidak tahun kalau kalian tidak peduli. Biarkan orang lain yang masih peduli terhadap v**e scene di Indonesia terus berjuang dengan cara kami, selama cara itu tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku.
Terakhir, va**rs bukanlah segelintir orang yang tergabung dalam komunitas v**e. Va**rs itu adalah semua orang yang menggunakan vaporizer, siapapun, dimanapun, kapanpun. Selama dia menggunakan vaporizer, maka dia disebut va**rs.
Itu saja curhat saya, seorang va**rs pemula yang bikin coil aja masih minta tolong ama vaporista di toko v**e. Maaf kalau ada pihak yang tersinggung karena postingan saya ini. Kalau gak s**a, gak usah dibaca.
Saya posting di wall saya sendiri, jadi yang lain jangan baper yaa. Apalagi yang gak kenal ama saya 😅
copas dari Wiratna Eko Indra Putra