25/08/2026
Kita tidak pernah bertemu. Tapi rasanya, rindu ini tak pernah hilang.
Pernahkah kita membayangkan, Rasulullah SAW pernah merindukan kita? Ya, merindukan kita yang hidup berabad-abad setelah beliau wafat.
Suatu hari, beliau menangis. Para sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau menangis?"
Beliau menjawab, "Aku merindukan saudara-saudaraku."
Para sahabat bingung, "Bukankah kami saudara-saudaramu, ya Rasulullah?"
Beliau tersenyum lembut dan berkata, "Tidak, kalian adalah sahabatku. Saudaraku adalah mereka yang belum datang... umat yang akan beriman kepadaku meski tidak pernah melihatku."
Mendengar kisah itu, hati ini rasanya luluh, sekaligus malu.
Beliau sangat merindukan kita. Tapi, seberapa sering kita mengingat beliau?
Shalat kita masih sering bolong-bolong. Akhlak kita masih jauh dari teladan. Urusan dunia sering membuat kita lupa pada akhirat. Tapi beliau... beliau tetap menunggu kita di tepi Telaga Al-Kautsar.
Ya Allah, kami tidak sempat bertemu dengan Kekasih-Mu di dunia.
Maka, pertemukanlah kami dengannya di akhirat nanti.
Izinkan kami minum seteguk air dari tangannya, yang setelah itu kami tidak akan pernah haus selamanya.
Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW.
Mari perbaiki diri. Bukan karena kita sudah merasa baik, tapi karena kita ingin menjadi "saudara" yang beliau banggakan di hadapan Allah nanti. 🕌✨