27/08/2026
Emoji loud crying face (π) kini jadi emoji paling populer dan sering digunakan oleh kalangan Gen Z, mengalahkan emoji rolling-on-the-floor laughing (π€£) dan emoji tears of joy (π). Menurut Emojipedia.org, emoji ini memiliki arti kesedihan yang mendalam sampai menangis cukup keras. Ekspresi ini lebih intens dibandingkan dengan emotikon wajah menangis karena air mata mengalir sangat deras.
Google mengumpulkan data secara anonim dari sampel 665 juta emoji yang digunakan masyarakat di seluruh dunia melalui Gboard pada tahun 2025. Menurut Google, emoji ini tidak hanya digunakan untuk menunjukkan perasaan sedih. Akan tetapi, juga kerap digunakan untuk menyampaikan humor, candaan, dan emosi yang meluap-luap. Google turut mengungkap pergeseran peringkat dan cara penggunaan emoji, pasalnya beberapa emoji mulai terganti. Misalnya, emoji thumbs-up (ππ½) yang jarang digunakan dan folded-hands (ππ») yang semakin sering dipakai.
Setiap generasi memiliki perbedaan dalam menggunakan emoji, meski digunakan untuk menyampaikan perasaan yang sama. Gen Z dan Gen Alpha sering menciptakan arti baru dalam menggunakan emoji yang sudah ada, atau mengganti emoji lama dengan pilihan yang lebih seru dan relevan.
Contohnya, emoji bunga mawar merah yang layu (π₯) kini semakin sering digunakan oleh para remaja untuk menunjukkan rasa sedih, patah hati atau lelah secara emosional. Sebelumnya, perasaan ini ditunjukkan dengan emoji hati retak (π). Berdasarkan data tersebut, remaja lebih s**a menggunakan emoji api dalam situasi di mana orang yang lebih tua akan menggunakan emoji 100%.
Contoh lainnya, emoji Moai (πΏ) yang menampilkan patung batu raksasa berbentuk wajah manusia, lebih populer di kalangan Gen Z dan Gen Alpha. Mereka menggunakannya untuk memberikan respons datar, memasang wajah lempeng atau menyampaikan rasa sindiran halus.
Gimana menurutmu? Coba tulis di kolom komentar π