19/01/2020
*HATI-HATI MENJAGA ANAK BUJANG KITA*.
🌿🌸🙏😇🌿🌸
_“Dunia saya hancur setelah kejadian itu….”_
*(Silahkan dibaca sampai selesai. Apa yang saya tuliskan adalah adaptasi kisah nyata salah seorang mahasiswa bimbingan sahabat saya, maaf untuk kesamaan nama, waktu dan tempat).*
*
Jumat pagi selepas senam di halaman fakultas, sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak saya kenali. “Gak usah diangkatlah, paling2 tawaran kredit atau asuransi lagi,” batin saya.
Bukannya saya anti, tapi seringkali mba/mas oknum perusahaan tsb melupakan etika menelpon.
Pagi ini, sepertinya ada kekuatan lain yang mendorong saya untuk mengangkat telpon tersebut.
“ Assalamualaikum , maaf ini siapa?”
“ Waalaikum salam Bu, maaf mengganggu Bu. Ini saya Budi Bu, mahasiswa bimbingan Ibu angkatan 12. Saya pakai nomor baru, Bu,” jelas suara di ujung sana.
“ Anda bagimana kabarnya, sudah setahun menghilang, masih mau lanjut skripsinya?”
“Maaf Bu, saya sakit setahun terakhir. Ibu ada dikampuskah hari ini, saya bisa ketemu, Ibu? Ada masalah yang harus saya ceritakan kepada Ibu.”
“Saya hari ini rapat sampai jam tiga. Kalau mau, saya ada waktu selepas Ashar. Silahkan ke kantor saya jam 4 sore ya.”
“ Baik Bu, terima kasih. Nanti InsyaAllah saya ke kampus jam 4 sore Bu.”
Telponpun ditutup.
Jam empat lebih lima menit, terdengar salam dan ketukan dari pintu ruangan saya.
“Waalaikumsalam, silahkan masuk.”
Seorang mahasiswa dengan perawakan kurus dan tinggi masuk ke ruangan saya.
“Astaghfirullah aladzim….kamu kenapa Bud? Duduk..duduk..”
Budi yang dulu berbadan tegap dan berwajah ceria, sekarang tampak berubah total. Kurus dan ceking.
“Apa kabar Bud, kemana saja menghilang?”
“ Iya Bu, beginilah kondisi saya sekarang, jadi seorang pesakitan. Kalaulah saya nggak sakit, nggak mungkin saya menunda nunda skripsi saya Bu.”
“Memangnya Anda sakit apa? Badan jadi kurus ceking begitu.”
“hmmm anu Bu..tapi Ibu jangan cerita-cerita sama dosen-dosen yang lain ya Bu.”
Budi mengumpulkan seluruh energinya untuk memulai bercerita…
“ Saya kena H.I.V Bu….” Budi tak kuasa menahan tangisnya.
“H.I.V?” saya seakan tidak percaya.
“ Iya Bu…”
“ Kenapa bisa Bud? Kamu salah pergaulan? “ di lanjutkan di komentar