15/01/2019
Start Up Lokal Indonesia
Tak bisa dipungkiri, Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi menarik dari para pemegang capital besar di dunia. Selain itu, dengan kekayaan demografinya, Indonesia adalah salah satu market yang sangat potensial, bukan saja di wilayah Asia Tenggara, tapi di Asia secara keseluruhan.
Di bidang Information Technology, serbuan perusahaan-perusahaan IT raksasa dunia, merambah hampir ke semua sektor. Sebut saja Google, Microsoft dan Alibaba, dengan resources yang hampir tak terbatas, mereka menciptakan produk-produk berkualitas, menawarkan services kelas dunia, melakukan branding dan positioning sebagai market leader.
Lalu bagaimana dengan perusahaan IT Lokal Indonesia? perusahaan start up bermunculan bak jamur di musim penghujan. Berbagai insentif disediakan pemerintah untuk merangsang pertumbuhan industri IT dalam negeri. Saat ini, 1.705 start up telah tumbuh di Indonesia, keempat terbanyak di dunia, di bawah AS, India dan Inggris.
Banyaknya perusahaan IT multinasional yang beroperasi dan berbisnis di Indonesia menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan IT lokal dalam negeri. Hambatan utama yang dihadapi adalah minimnya pengetahuan mengenai brand lokal. Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang. Sulit untuk menembus market jika branding dan marketingnya tidak mumpuni. Gartner masih menjadi acuan para pelaku industri IT dalam menentukan produk yang akan digunakan. "Nobody gets fired for buying IBM". Better to play it safe.
Keunggulan produk dalam negeri adalah di rendahnya harga yang ditawarkan. Itu tidak berarti produknya menjadi murahan dengan kualitas kaki lima. Banyak produk IT Indonesia yang meraih penghargaan di Luar Negeri. Produk-produk dari PT. Jawdat Teknologi Indonesia, (jawdat.com) perusahaan yang menitikberatkan pada service di bidang Telekomunikasi ini, misalnya. Nemos dan DBot, dua produk andalan mereka, menyabet penghargaan di berbagai ajang dunia seperti Asian Communication Award 2017, WCA Innovation Award 2017, ACA Innovation Award 2017, dll. Atau Elitery, (elitery.com) Data Center nya di daerah Bogor, menjadi Data Center Tier III pertama di Asia Tenggara. Produk Elitery, DRaaS (Disaster Recovery as a Service) digunakan hampir seluruh emiten Bursa Efek Indonesia.
Perusahaan pengguna IT di Indonesia harus mengambil resiko dengan memilih produk IT dalam negeri. Selain murah, kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Service yang ditawarkan sudah tak kalah dengan produk luar p**a. Sudah saatnya produk IT lokal kita mendapat panggung di negerinya sendiri.