Elangsakti.com

Elangsakti.com Hack Your Skills! to be Professional Mechatronics

SUBSIDI SILANG MONSTER ARDUINO 3==================================Alhamdulillah, dari Sabtu kemarin kita rekap pemesanan...
11/03/2019

SUBSIDI SILANG MONSTER ARDUINO 3
==================================

Alhamdulillah, dari Sabtu kemarin kita rekap pemesanan Monster Arduino 3.

Ternyata, yang serius belajar Arduino dengan Monster Arduino 3 banyak yang dari luar jawa... dari Aceh singkil hingga Sorong & Wamena, Papua. Bahkan ada yang dari nomer telepon yang diawali dengan +670, Timor Leste.

Bisa dibayangkan, ongkos kirim dari jawa (Malang) ke luar jawa relatif antara 30 - 70rb, bahkan ada yang sekitar 100rb.


Di sinilah kita terapkan subsidi silang. Kelebihan jatah ongkir kawan-kawan yang tinggal di jawa kita subsidikan pada kawan-kawan yang dari luar jawa. Sehingga kita bisa menerapkan penjualan buku dengan 1 harga.

Yang penting masih dalam 1 nusantara, maka buku Monster Arduino 3 bisa didapatkan dengan harga yang sama... senasib seperjuangan. :)


Keuntungan dari penjualan buku ini kita siapkan untuk pembuatan buku versi berikutnya... bagi yang belum ikut preorder, hari ini terakhir. Silakan langsung inbox Admin atau WA ke 0852-3333-4691.

Ketika membeli buku, sebenarnya yang Anda beli bukanlah kertas atau tulisan... bukan p**a source code. Akan tetapi, yang sebenarnya Anda beli adalah perubahan pada diri Anda setelah memiliki buku atau source code tersebut.

Membeli buku tidak membuat kita auto-jago Arduino, kita harus mempraktekkan isinya. Buku adalah salah satu vitamin untuk otak kita... :)

Jika dengan memiliki buku ini pengetahuan dan kemampuan Anda tidak meningkat, berarti manfaat buku ini kurang maksimal. Namun, jika setelah memiliki buku ini Anda bisa mengajari siswa, bisa membuat penelitian, bisa menjual alat, menemukan ide baru, dll yang nilainya lebih besar dari harga buku ini, berarti buku ini telah bermanfaat secara maksimal.


Sukses selalu untuk kita semua... semoga belajar arduinonya menyenangkan...
Bagi yang berada di lingkungan sekolah atau kuliah semoga bisa diaplikasikan untuk lomba dan penelitian. Bagi yang sudah bekerja di instansi non pendidikan atau wiraswasta, semoga dapat digunakan untuk peningkatan skill, untuk usaha, dan bisnis. Amiin..

____

Kuis Monster Arduino Part-2===========================Pertanyaan:1. Berapa kapasitas penyimpanan internal (EEPROM) Ardui...
01/03/2019

Kuis Monster Arduino Part-2
===========================

Pertanyaan:
1. Berapa kapasitas penyimpanan internal (EEPROM) Arduino Nano?
2. Kesulitan apa yang Anda hadapi saat belajar Arduino? (subjektif)


Cara menjawab:
1. Jawablah langsung di komentar
2. Share postingan kuis ini 1 kali ke grup atau timeline masing2.
3. Jawaban yang valid adalah antara jam 19:19 - 21:21 WIB, diluar jam itu akan diabaikan.


Ketentuan pemenang:
Pemenang 1, 2, dan 3 dipilih secara acak berdasarkan peserta yang menjawab pertanyaan nomer 1 dengan benar & melakukan share minimal 1 kali. Masing-masing pemenang berhak mendapatkan buku Monster Arduino 3 + Source code-nya. Ongkos kirim buku ditanggung oleh Admin.


Jawaban:
1. 512 byte atau 1024 byte
2. {subyektif}

Pemenang:
1. Fajar Maulana
2. Isgal Apriansyah
3. Rizqi Ari Putra


Selamat bagi kawan2 yang beruntung...

Kuis Monster Arduino Part-1========================Pertanyaan:Berapa jumlah pin digital yang tidak dapat digunakan untuk...
27/02/2019

Kuis Monster Arduino Part-1
========================

Pertanyaan:
Berapa jumlah pin digital yang tidak dapat digunakan untuk PWM pada Arduino Uno?



Cara menjawab:
1. Jawablah langsung di komentar
2. Setiap peserta boleh menjawab lebih dari 1 kali
3. Setiap menjawab, wajib mention salah satu teman yang ingin belajar mikrokontroller / IoT, boleh sohib, boleh gebetan. :D
4. Kalau berkenan, boleh dishare biar tambah seru.
5. Jawaban hanya valid malam ini mulai jam 19:19 - 21:0x WIB (saat kuis ditutup oleh admin melalui kolom komentar)


Ketentuan pemenang:
1. Terdapat 2 pemenang, masing2 mendapatkan 1 buku
2. Pemenang 1 adalah yang menjawab dengan benar paling akhir sebelum komentar ditutup oleh Admin.
3. Pemenang 2 adalah yang menjawab dengan benar yang dipilih secara acak menggunakan random.org.
4. Ongkos kirim buku ditanggung oleh Admin. :D

----------------

Jawaban:
Pada dasarnya semua pin digital dapat digunakan untuk output PWM. Namun, pada Arduino Uno, pin yang secara instan support PWM (cukup dengan perintah analogWrite) adalah pin yang ditandai dengan tilde '~' adalah 3, 5, 6, 9, 10, dan 11 (6 pin). Pin digital terdapat 14 pin, jadi sisanya adalah 8 pin. Jawaban singkatnya adalah: 8 pin.


Pemenang:
1. Donny Wiratmoko
2. Fajar Khan

Selamat kepada yang beruntung, silakan inbox alamatnya ya....

===== PENTING !!! =============

Ikuti kuis berikutnya, 1 maret 2019, pukul 19:19 - 21:21.

============================

Halo halo...Jika tidak ada kendala, minggu depan kita akan adakan giveaway, bagi-bagi beberapa buku Monster Arduino 3. T...
24/02/2019

Halo halo...

Jika tidak ada kendala, minggu depan kita akan adakan giveaway, bagi-bagi beberapa buku Monster Arduino 3. Tapi belum tahu cara milih pemenangnya... :D

Mohon maaf Monster Arduino 3 masih dicetak terbatas, dan kawan-kawan yang online baru bisa pesan untuk cetakan berikutnya...

Yang pasti, buku ini fokus pada modul GSM (GPRS) dan SMS Controller.

MATERI PEMBAHASAN:
01. INTERNET OF THINGS
02. KOMUNIKASI ARDUINO
03. STRING BENDER
04. PROTOKOL KOMUNIKASI BERBASIS TEKS
05. MODUL GSM
06. PENYEDERHANAAN PROGRAM
07. SMS CONTROLLER
08. PERBAIKAN FUNGSI SENDAT()
09. CALL CONTROLLER
10. MENU USSD
11. MENGAKSES WEBSITE
12. SIM8XX & SIM9XX
13. IOT PLATFORM (MQTT)
14. STUDI KASUS


Contoh penejelasan source code program lihat gambar...... :)

Menurut kementrian perindustrian, lima sektor yang akan menjadi fokus Revolusi Industri 4.0 yaitu:1. Industrik Makanan &...
24/02/2019

Menurut kementrian perindustrian, lima sektor yang akan menjadi fokus Revolusi Industri 4.0 yaitu:

1. Industrik Makanan & Minuman
2. Industri Kimia
3. Industri Otomotif
4. Industri Elektronik
5. Industri Tekstil & Pakaian Jadi

Sedikit banyak, Internet of Things sudah/sedang/akan diimplementasikan pada sektor-sektor Industri tersebut. Bagimana dengan sektor-sektor yang lain dan sektor non-industri? :D

Sumber gambar: Kementrian Perindustrian

Internet of Things (IoT) adalah teknologi yang sedang ngetren, betul?Dari level mahasiswa hingga programmer senior, mere...
14/11/2018

Internet of Things (IoT) adalah teknologi yang sedang ngetren, betul?


Dari level mahasiswa hingga programmer senior, mereka mulai mempelajari IoT, baik dari sisi hardware maupun softwarenya.


Bisa Anda amati, pelatihan, seminar, atau workshop IoT mulai ramai, dari yang gratis hingga yang jutaan rupiah. Apa yang didapat? Banyak! Dari sekedar mendapatkan insigh dan informasi ttg IoT, sertifikat, hingga workshop dengan gratis hardwarenya. Artinya, IoT mulai ramai dibahas di seantero dunia.


Bahkan ketika mengikuti seminar di salah satu kampus besar di Malang, kepala BRTI (Dr. Imam Nashirudin) menyarankan agar nama jurusan yang sepi peminat (di elektro & ilkom) agar di-rename menjadi Jurusan Big Data, jurusan Internet of Things, jurusan Data Science, dan bidang-bidang yang lagi banyak dibutuhkan.


Sebagai informasi, ada beberapa bidang yang bisa Anda pelajari saat ini untuk menghadapi era Industri 4.0 dan era disrupsi saat ini:

1. Artificial Intelligence (AI)
2. Big Data
3. Internet of Things (IoT)
4. Teknologi Blockchain


Terlepas dari itu semua, hal terpeting ketika kita mempelajari IoT adalah adanya komponen "IoT Gateway". IoT Gateway adalah sebuah server yang menjadi perantara antara device-device untuk saling berkomunikasi. Jika namanya Internet of Things, bisa dipastikan teknologi tersebut setidaknya terhubung dengan Internet bukan? :)


Beberapa bulan terakhir, selain disibukkan dengan project pesanan, kita juga membangun sebuah server sederhana (iot.elangsakti.com) untuk mengimplementasikan teknologi IoT. Server tersebut kita pakai untuk project pribadi. Jika Anda sering menggali informasi terkait IoT, pasti Anda akan mengetahui tentang protokol CoAp, MQTT, dan XMPP dimana protokol-protokol tersebut cocok untuk IoT karena paket datanya sangat kecil.


Ya, server sederhana yang kita bangun sudah menggunakan MQTT, baik yang biasa maupun yang websocket sehingga cocok digunakan untuk mencoba-coba alat yang menggunakan MQTT. Penjelasan tentang MQTT telah kita sarikan dengan bahasa yang lebih sederhana dalam "Monster Arduino 3". Artinya, Anda tidak perlu pusing-pusing membaca referensi yang berbahasa inggris itu... :)


Jika lancar, Monster Arduino 3 akan kita buka preorder beberapa minggu lagi ( kemungkinan Desember, Anda bisa siap-siap :) ), sebab kita sedang menyiapkan bonus beberapa studi kasus project yang pernah kita kerjakan, seperti:

1. Kontrol Peralatan Rumah dg SMS (senilai 750rb)
2. Kontrol Peralatan Rumah melalui Internet (senilai 750rb)
3. Pemantau Lokasi Kendaraan (senilai 1,5jt)
4. Template Project yang tinggal modifikasi perintahnya
5. Dll yang belum kita tentukan... :D


NB: harga diatas adalah harga real, bahkan ada yang lebih mahal... tapi kita jadikan bonus gratis... Oiya, habis baca, bantu share ya, barangkali ada temennya yg butuh.. :D


Bahkan Anda mendapatkan akses unlimited ke iot.elangsakti.com untuk beberapa bulan (belum kita tentukan, bisa 6 bulan atau lebih, bisa dimanfaatkan untuk coba-coba atau project tugas dll). Contoh tampilan datanya lihat di gambar yg ada petanya. Memang belum sempurna, tapi setidaknya cukup untuk belajar dan simulasi... :)


Monster Arduino 3 akan berupa buku fisik. Jadi, file-file program, library, dan bonus project akan kita kirimkan melalui email.


Kabar yang terakhir, buku kita tidak akan ada di toko buku. Jadi kita akan mencetaknya secara terbatas... Jadi, jika ingin mendapatkan informasi ketika preorder dibuka, Anda bisa pantau terus fanspage ini...


Terkait dengan harga: jika dibandingkan dengan seminar dan workshop IoT yang ratusan ribu hingga jutaan itu, kemudian jika dibandingkan dengan bonus yang kita berikan + akses ke IoT Gateway, kira-kira berapa harga yang pantas untuk Monster Arduino 3?

1. < 50 rb
2. 50rb - 250rb
3. 250rb - 350rb
4. 350rb - 500rb
5. Lainnya..

Semua mas**an kita tampung. Jadi, ketik pilihan Anda di komentar... :)

Seni mencari celah.Sekeras atau sesulit apapun hidup kita, pasti ada celah utk bertumbuh... ;)Jumat berkah.
06/04/2018

Seni mencari celah.

Sekeras atau sesulit apapun hidup kita, pasti ada celah utk bertumbuh... ;)

Jumat berkah.

Bukan arduino nano.Ada yg pernah coba ini?Enaknya dibuat apa ya.. ada mas**an? :*
30/03/2018

Bukan arduino nano.
Ada yg pernah coba ini?

Enaknya dibuat apa ya.. ada mas**an?
:*

PID Controller :Mencari Konstanta PID & Contoh Coding Arduino( Bagian 4 : Final )Mohon maaf karena sudah beberapa pekan ...
18/02/2018

PID Controller :
Mencari Konstanta PID & Contoh Coding Arduino
( Bagian 4 : Final )


Mohon maaf karena sudah beberapa pekan vakum, ada banyak aktifitas yang harus kita kerjakan dan kita siapkan. Aktifitas sharing jadi terkendala karena kita kebanjiran request program Arduino. Bahkan ebook versi 3 juga sedikit terkendala. Mohon dimaafkan. ;)


Mari kita lanjut pembahasan tentang PID Controller dan cara mencari konstantanya. Teknik yang dipakai dalam pembahasan kali adalah metodenya Cohen-C**n, dan mungkin agak sama dengan proses analisa grafiknya.

Tahap-tahap yang akan dilakukan dalam mencari konstanta PID sebagai berikut:
1. Analisa grafik untuk menemukan Transfer Function
2. Mencari Konstanta PID
3. Contoh Coding


Saat ini kita akan mengambil studi kasus tentang kontrol panas cairan. Oleh sebab itu, tugas alat yang kita tanamkan PID adalah : Memastikan suhu cairan stabil pada panas tertentu dengan mengontrol sudut bukaan kran gas. Kran gras dikontrol dengan servo.


Berdasarkan kasus tersebut, maka data INPUT-nya adalah bukaan gas (dalam derajat), sedangkan RESPONSE / OUTPUT-nya adalah suhu cairan.

Mari ke step pertama :



# ANALISA GRAFIK
========================

Ada dua grafik yang kita butuhkan, yaitu grafik perubahan input terhadap waktu dan grafik perubahan response terhadap waktu, dengan rincian sebagai berikut :

- Grafik Sudut, X = waktu, Y = Sudut
- Grafik Suhu, X = waktu, Y = Suhu


Waktu satuannya dalam detik. Untuk kasus lain, satuan ini bisa disesuaikan. Sudut satuannya derajat. Suhu satuannya derajat selsius. Selanjutnya, untuk mempermudah analisa, maka kedua grafik ini digabung jadi satu (lihat gambar).


Dalam teknik cohen-coon, berdasarkan grafik, yang harus kita tentukan adalah :
a. selisih kenaikan suhu (Δ)
b. selisih kenaikan sudut (∂)
c. Gain K
d. Nilai 28% dan 63% dari Δ
e. Waktu saat 28% dan 63% dari Δ
f. Konstanta effective time (τ)
g. Deadtime (θ)
h. Rumus Transfer Function


Untuk data-data di atas? Data-data di atas digunakan untuk mencari Tranfser Function. :D


Agar memahami, sesekali silakan lihat gambar.
a. Selisih Kenaikan Suhu
Δ = Suhu tertinggi - Suhu terendah
Δ = 95.25 - 25.75 = 69.5


b. Selisih Kenaikan Sudut
∂ = Sudut tertinggi - Sudut terendah
∂ = 40 - 8 = 32


c. Gain K sudah ada rumusnya
K = Δ / ∂
K = 69.5 / 32 = 2.171875


d. Nilai 28% dan 63% ini sudah standar metode tersebut, ada referensi yang menggunakan 28.2% dan 63.2% dari Δ
28%Δ = Suhu terendah + 0.28*Δ
28%Δ = 25.75 + 0.28*69.5 = 45.21

63%Δ = Suhu terendah + 0.63*Δ
63%Δ = 25.75 + 0.63*69.5 = 69.535


e. Mencari waktu saat 28% dan 63% bisa menggunakan rumus segitiga atau bisa langsung lihat posisinya di grafik. PENTING!!! Perhitungan waktu dimulai dari saat pertama kali input diubah (detik ke 341). Misal, waktu saat start adalah detika ke-341, waktu saat 28% adalah detik ke-720 dan waktu saat 63% adalah detik ke-1191. Maka :

t28% = Waktu saat 28% - Waktu Start
t28% = 720 - 341 = 379

t63% = Waktu saat 63% - Waktu Start
t63% = 1191 - 341 = 850


f. Menghitung konstanta waktu efektif (τ), rumusnya sudah ditentukan
τ = 1.5 * (t63% - t28%)
τ = 1.5 * (850 - 379)
τ = 706.5


g. Menghitung deadtime (θ), rumusnya juga sudah ditentukan
θ = t63% - τ
θ = 850 - 706.5
θ = 143.5


h. Dari data-data tersebut maka rumus transfer function G(s) yang kita dapatkan ditentukan berdasarkan :

G(s) = (GAIN K * exp^(-θs)) / ( τs + 1 )
G(s) = (2.171875 * exp^(-143.5s)) / ( 706.5s + 1 )

Atau dalam bentuk rumus bisa dilihat di gambar. :)


Baik, pada tahap ini kita sudah mendapatkan rumus transfer function. Lalu apa?



Jika sudah punya rumus transfer function, Anda bisa mencari konstanta PID dengan metode coba-coba. Anda bisa membuat simulasi di Matlab dengan memasukkan rumus tersebut sebagai rumus transfer functionnya. Jadi Anda juga bisa melihat step responsenya secara realtime.


Namun, karena yang akan dibahas adalah dengan metode cohen-coon, maka yang akan kita lakukan adalah mencari nilai PID dengan perhitungan yang ditemukan oleh cohen-coon. :D

Mari lanjut ke step berikutnya.



# MENCARI KONSTANTA PID
===========================

Untuk mencari konstanta PID, berikut adalah tahapan-tahapannya.


a. Mencari Kc, τI, dan τD

Rumus Kc, τI, dan τD sudah ditentukan. Dengan demikian kita, bisa langsung memasukkannya ke persamaan di bawah ini.

Kc = (1/K)(τ/θ)( (16τ+3θ)/12τ )
Kc = (1/2.171875)(706.5/143.5)( (16*706.5+3*143.5)/12*706.5 )
Kc = 3.137593061

τI = θ(32+(6θ/τ)) / (13+(8θ/τ))
τI = 143.5*(32+(6*143.5/706.5)) / (13+(8*143.5/706.5))
τI = 325.9425599

τD = 4θ / (11+(2τ/τ))
τD = (4*143.5) / (11+(28706.5/706.5))
τD = 44.15384615

Baik, tinggal selangkah lagi.


b. Mencari Kp, Ki, dan Kd (final)

Kp = Kc
Kp = 3.137593061

Ki = Kc/τI
Ki = 3.137593061/325.9425599
Ki = 0.009626215

Kd = Kc*τD
Kd = 3.137593061*44.15384615
Kd = 138.5368013


Konstannta PID sudah ditemukan dengan nilai Kp = 3.137593061, Ki = 0.009626215, dan Kd = 138.5368013.

Selanjutnya adalah implementasinya pada Arduino.



# CONTOH CODING
===============================

Potongan coding di bawah ini contoh penggunaan konstanta PID dalam Arduino.


----------- coding -----------------------------

unsigned long last_compute = millis();
unsigned long DT = 1000;

float ERR = 0;
float ERR_LAST = 0;
float ERR_CORRECTION = 0;
float SETPOINT = 70;
float INTEGRAL = 0;
float DERIVATIVE = 0;

const float KP = 3.137593061;
const float KI = 0.009626215;
const float KD = 138.5368013;

int SERVO = 0;
int SERVO_LAST = 0;
int servo_start_min = 0;
int servo_start_max = 180;

void ServoController(){

if( millis() - last_compute > DT){

// baca sensor suhu
float SUHU = BacaSensorSuhu();

// hitung pid

ERR = ERR_CORRECTION + SETPOINT - SUHU;
float TheP = KP * ERR;

INTEGRAL = ERR / DT;
float TheI = KP * INTEGRAL;

DERIVATIVE = (ERR - ERR_LAST)/DT;
float TheD = KD * DERIVATIVE;

// sudut servo
SERVO = TheP + TheI - TheD;

// catat error terakhir
ERR_LAST = ERR;

// sesuaikan sesuai batasan servo
if(SERVO > servo_start_max) SERVO = servo_start_max;
if(SERVO < servo_start_min) SERVO = servo_start_min;

// jika sudut servo berubah
if(SERVO!=SERVO_LAST){

// gerakkan servo sesuai sudut
SetServo(SERVO);

SERVO_LAST = SERVO;
}

last_compute = millis();
}
}

----------- coding -----------------------------

Semoga bermanfaat. :)

Kira-kira, apa yang akan kita share berikutnya?

PID Controller : Tuning PID & K***a Reaksi--------------------------------------------------------Bagaimana?Apakah aktif...
13/01/2018

PID Controller : Tuning PID & K***a Reaksi
--------------------------------------------------------

Bagaimana?
Apakah aktifitas Anda hari ini lantjar jaya?
Kalaupun belum latjar, saya doakan semoga setelah ini semuanya lebih baik, amin.



Melanjutkan pembahasan tentang PID Controller. Pada postingan pertama kita telah membahas tentang perkenalan dengan PID Controller, lalu postingan kedua tentang rumus transfer function, dan kali ini kita akan membahas salah satu cara mendapatkan konstanta kP, kI, atau kD atau dikenal dengan aktifitas tuning kontroller PID.


Jika proses tuning pada frekuensi radio dan televisi dilakukan untuk mendapatkan siaran yang bening dan frekeuensi yang tepat. Pada PID, proses tuning dilakukan untuk mencari nilai kP, kI, atau kD yang tepat. Kenapa harus tepat?


Boleh diingat-ingat, selain bertujuan "untuk mendapatkan output yang stabil". Tujuan dari penggunaan PID adalah "mendapatkan waktu respon sistem yang lebih cepat". Namun, jika nilai kP, kI, atau kD tidak tepat, kemungkinan efeknya ada 2:
1. Respon sistem tetap, tidak lebih cepat
2. Respon sistem tidak stabil naik-turun


Efek yang pertama, respon sistem akan sama saja dengan tanpa PID. Sedangkan efek yang kedua, output sistem akan berosilasi naik-turun. Misal, jika kontroller PID digunakan untuk mengatur putaran servo, maka putaran servo akan bolak-balik tidak stabil. Efek yang kedua ini akan terlihat dari grafik output, dan akan lebih Anda pahami apabila Anda berkenan praktek.


* * *


Pada postingan sebelumnya, kita telah menyampaikan bahwa cara mendapatkan rumus transfer function itu ada 2:
1. Mencari rumus persamaan berdasarkan konsep fisika dst
2. Mencari fungsi dengan eksperimen


Kita akan menbahas yang kedua karena lebih mudah dipraktekkan. :)


Penting!!!


Sebenarnya, hasil yang kita dapatkan dari cara eksperimen bukanlah benar-benar sebuah rumus. :D
Yang kita dapatkan dari cara eksperimen adalah "sebuah grafik" yang dari grafik tersebut bisa kita hitung nilai kP, kI, dan kD-nya. Yaa meskipun sebenarnya grafik tersebut bisa dicari rumusnya. :)

Lalu, bagaimana cara membuat grafiknya?



(1) Proses Logging
====================

Untuk membuat grafik, kita harus melakukan pencatatan atau logging. Kita harus mencatat waktu perubahan pada OUTPUT sistem. Misal kita ambil studi kasus tentang pengontrolan suhu air dengan mengatur bukaan servo, maka kita membutuhkan data sebagai berikut:


+----------------+--------+--------+
| Sudut Servo | Waktu | Suhu |
+----------------+--------+--------+
|.........50........|.....0.....|....20...|
|.........50........|.....1.....|....20...|
|.........50........|.....2.....|....20...|

Perhatikan, kita butuh informasi bukaan sudut servo awal. Pada proses tuning, sudut bukaan servo bebas pilih angka berapa saja. Jadi kita hanya butuh 1 nilai sudut saja, misal sudut 50 derajat. Selanjutnya adalah waktu, waktu disesuaikan dengan sistem. Untuk suhu, karena respon suhu air agak lambat, maka waktu bisa menggunakan satuan detik. Apabila ingin menganalisa alat yang responnya sangat cepat, maka satuan waktu bisa milidetik atau yang lebih cepat lagi. Sedangkan kolom suhu adalah kolom untuk mecatat perubahan suhu dari detik 0 hingga nilai suhu stabil pada angka tertentu.


Misal, di bawah ini adalah contoh data hasil logging untuk simulasi.


+----------------+--------+--------+
| Sudut Servo | Waktu | Suhu |
+----------------+--------+--------+
|.........50........|.....0.....|....20...|
|.........50........|.....1.....|....20...|
|.........50........|.....2.....|....20...|
|.........50........|.....3.....|....20...|
|.........50........|.....4.....|....20...|
|.........50........|.....5.....|....20...|

-- skip --

|.........50........|....74....|....20...|
|.........50........|....74....|....20...|
|.........50........|....76....|....20...|
|.........50........|....77....|....21...|
|.........50........|....78....|....21...|
|.........50........|....79....|....22...|

-- skip --

|.........50........|...224...|....62...|
|.........50........|...225...|....62...|
|.........50........|...226...|....63...|
|.........50........|...227...|....64...|
|.........50........|...228...|....65...|
|.........50........|...229...|....65...|

-- skip --

|.........50........|...284...|....66...|
|.........50........|...285...|....67...|
|.........50........|...286...|....67...|
|.........50........|...287...|....67...|
|.........50........|...288...|....67...|
|.........50........|...289...|....67...|


Penjelasan :
Pada kasus ini, kita memilih sudut 50 derajat, suhu awal air adalah 20 derajat.


Perhatikan tabel di atas, ketika pertama kali api dinyalakan dengan bukaan 50 derajat, suhu belum berubah. Setelah api menyala selama 77 detik , suhu baru mengalami perubahan dari 20 menjadi 21 derajat. Semakin lama, suhu terus mengalami kenaikan. Pada detik ke 285, suhu berada di angka 67 dan setelah itu tidak mengalami perubahan lagi. Pada kondisi ini, suhu sudah stabil, atau dikenal dengan istilah "steady state".


Sampai di sini, Anda masih bisa memahami penjelasan ini?
Kalau belum, boleh dibaca pelan-pelan lagi. :)



(2) Membuat Grafik
====================

Untuk membuat grafik, Anda bisa menggunakan excel, matlab, atau kertas. Masukkan data-data di atas menjadi sebuah grafik. Pada garis tegak (sumbu Y) adalah suhu, sedangkan garis tidur (sumbu X) adalah waktu.


Errr... karena di postingan ini agak susah membuat grafik, jadi anggap saja ini grafik yang bagus. Setidaknya, Anda akan mendapatkan grafik yang seperti ini.. awalnya akan ada garis lurus di bawah, setelah itu mulai miring ke atas, dan akhirnya garis lurus lagi, tapi posisinya di atas.


(suhu)
|
|................._________________
|.............../
|............./
|.........../
|........./
| ___/
+------------------------------ (waktu)



Catatan 1 :
Grafik / k***a ini adalah k***a yang dihasilkan dalam open-loop system. Disebut k***a terbuka karena OUTPUT suhu tidak mempengaruhi INPUT sistem, yaitu sudut tetap di 50 derajat. Selain open-loop, ada juga istilah close-loop, artinya OUTPUT suhu akan berpengaruh pada penentuan INPUT sudut servo. Kalau digambarkan, maka akan tampak seperti di bawah ini.


open-loop :

INPUT ( sudut servo ) -----------> ( suhu ) OUTPUT



close-loop :

INPUT ( sudut servo ) -----------> ( suhu ) OUTPUT................|.........................................|................|.........................................|................+-------------------------------+


Catatan 2 :
K***a ini juga dikenal dengan (metode) k***a reaksi. Sebab, bentuk k***a merupakan gambaran dari waktu reaksi sistem terhadap perubahan INPUT. Semakin panjang (lama) garis miringnya, berarti respon sistemnya lama.




(3) Metode Tuning
====================

Proses tuning PID bisa dilakukan manual, menggunakan metode (rumus) yang dibuat oleh pakar, atau menggunakan software.


Kita akan membahas cara yang kedua, yaitu menggunakan metode yang dibuat oleh pakar. Kenapa tidak menggunakan manual atau software?

> Jika menggunakan manual, Anda harus membuat simulasinya dulu (misal dengan simulink di matlab). Untuk membuat simulasi, kita harus mencari rumus transfer functionnya. Kita harus mencobanya secara realtime. Saya yakin tidak semua kawan-kawan bisa menggunakan matlab.

> Jika menggunakan software, yang ini juga membutuhkan rumus transfer function. Maka, tidak semua orang bisa menghitungnya.


Jadi, kita bisa memanfaatkan grafik tadi untuk mencari parameter kP, kI, dan kD.



* * *



Ada beberapa pakar yang telah membuat rumus untuk mencari PID. Pakar-pakar tersebut namanya John G. Ziegler, Nathaniel B. Nichols, G.H. Cohen, G.A. C**n, Karl Johan Åström, Tore Hägglund, dan yang lainnya.


Si Ziegler join penelitian dengan Nichols sehingga menghasilkan metode Ziegler-Nichols
Si Cohen join dengan C**n menghasilkan metode Cohen-C**n
Si Åström join dengan Hägglund menghasilkan metode Relay


Dari ketiga metode tersebut, yang populer digunakan adalah metode Ziegler-Nichols dan Cohen-C**n, dan kebetulan metodenya mirip dan juga menggunakan grafik.


Selanjutnya, kita akan membahas metode Ziegler-Nichols atau Cohen-C**n. So, Anda bisa mengabaikan metode yang lainnya. :)

(bersambung, maaf, aktivitas beberapa bulan ini banyak di luar kota, jadi slow posting..)


NB
==============

Untuk mendapatkan notifikasi saat ada posting lanjutannya, Anda harus klik s**a, berkomentar atau klik tombol share. Jika tidak, algoritma dari facebook tidak akan memunculkan postingan-postingan dari kami di beranda atau timeline Anda.


NB LAGI
==============

Salah satu efek dari algoritma facebook ini adalah : Anda hanya bisa melihat status dari orang yang Anda like atau komentari statusnya, jika tidak, orang tersebut dianggap bukan orang yang Anda kenal oleh facebook sehingga update-update statusnya tidak muncul di beranda Anda. ;)

See u

Address

Jalan Dewandaru 62
Malang
65141

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Elangsakti.com posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Elangsakti.com:

Share