27/03/2015
::: Menangislah ketika membaca tulisan ini, jika tidak bisa
maka berpura-puralah menangis sampai kamu lupa bahwa
kamu sedang berpura-pura :::
"Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang kalian tangisi
bisa berbicara seetika, lalu menceritakan pengalaman
sakaratul mautnya kepada kalian, niscaya kalian akan
melupakan jenazah tersebut dan mulai menangisi diri kalian
sendiri"... (Imam Ghozali)
Diantara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir
rahimahullah :
Pada saat engkau mati,janganlah kau
bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu,
karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan
mengkafanimu lalu
membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.
Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan
mereka akan
meninggalkan pekerjaannya untuk ikut
menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak
lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.
Barang-barangmu akan dikemas; kunci-kuncimu, buku,
koper, sepatu dan pakaianmu.
Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan
disedekahkan agar bermanfaat pahalanya untukmu.
Ketahuilah, dunia dan alam semesta tidak akan bersedih
dengan kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung.
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu.
Sedangkan kamu yang akan dihisab dan diperhitungkan
untuk yang kecil dan yang
besar dari hartamu.
Kesedihan atasmu ada 3;
Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.
Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau
beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan
tertawa tawa.
Di rumah ada kesedihan yg mendalam.
Keluargamu akan bersedih seminggu atau dua minggu,
sebulan atau dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam
arsip kenangan.
Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah
manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru
dimulai, Akhirat!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana, dan istri tercinta.
Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai.
Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan akhiratmu?
Hakikat ini memerlukan perenungan.
Usahakan dengan sungguh-sungguh; Menjalankan
kewajiban-kewajiban,
hal-hal yang disunnahkan,
sedekah rahasia,
merahasiakan amal shalih,
shalat malam,
Semoga saja engkau selamat.
Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini
insyaAllah pengaruhnya akan engkau temui dalam
timbangan kebaikan.
::: Najmoo Ats'Saroya-Seberkas Kemilau Bintang Surayya :::